Berita Banjarmasin

Warga Banjarmasin Batal Bikin KIA, Pihak Kecamatan Beralasan ini, Hanya Diminta Nomor Telpon

Sejak dua tahun lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin mulai menerapkan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA)

Warga Banjarmasin Batal Bikin KIA, Pihak Kecamatan Beralasan ini, Hanya Diminta Nomor Telpon
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (5/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak dua tahun lalu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin mulai menerapkan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 sampai 17 tahun.

Sementara 17 tahun ke atas identitas diri menggunakan KTP.

Telah banyak warga Kota Banjarmasin yang mulai mengurus KIA atau KTP anak.

Ditambah lagi KIA dianggap cukup bermanfaat sebagai pengganti kartu keluarga persyaratan pelayanan publik tertentu.

Sebagaimana Warga Banjarmasin Timur, Taufik.

Ia sengaja datang ke Kecamatan Banjarmasin Timur untuk mengurus KIA anaknya.

Baca: VIDEO Akad Nikah Syahrini dan Reino Barack Tersebar, Incess & Eks Luna Maya Berpakaian Sunda

Baca: Reaksi Aneh Mantan Agnez Mo Disebut Dekat Gisella Anastasia Saat Eks Istri Gading Marten Menontonnya

Baca: Tulisan Luna Maya Soal Teman Diberkati Setelah Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Jepang

Baca: Ashanty Bandingkan Sifat Azriel & Anang Hermansyah Usai Konflik Jerinx SID, Ada Mirip Krisdayanti?

Rencananya KIA akan ia gunakan untuk mendaftarkan anaknya masuk SMP.

Terlebih SMP yang hendak dituju, satu syarat pendaftarannya ialah KIA.

Namun saat mendatangi kecamatan, Taufik malah mendapatkan informasi dari pihak pelayanan kalau KIA tidak bisa diolah, karena tintanya yang sedang habis.

Selain itu petugas pun tidak bisa memastikan kapan bisa dilaksanakan kembali pembuatan KIA tersebut.

“Saya cuma diminta nomor telpon. Katanya akan mengabari lagi apabila sudah bisa dibuat karena tinta untuk membuat KIA sedang habis,” ucap Taufik, Senin (4/3).

Menurutnya, perlu ada kejelasan untuk pembuatan KIA.

Terutama untuk orangtua yang hendak memasukan anaknya sekolah.

“Kalau Disdukcapil belum mampu membuat KIA, jangan memaksakan. Atau paling tidak berikan solusi semisal KTP sementara agar para orangtua bisa punya pegangan untuk mendaftarkan anak sekolah. Bukan menunggu yang tidak pasti,” ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved