Berita Banjarbaru

Petani Karet di Kalsel Harapkan Harga Stabil dan Tangani Pupuk Yang Mahal

Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) suka maju, atau pekebun desa sungai alang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Haidir, mengeluhkan

Petani Karet di Kalsel Harapkan Harga Stabil dan Tangani Pupuk Yang Mahal
YABN
Unit Usaha Pembibitan Karet Unggul, perawatan bibit hasil okulasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga karet kembali melemah, setelah sempat tinggi ketika musim kemarau.

Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) suka maju, atau pekebun desa sungai alang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Haidir, mengeluhkan harga karet yang turun lagi.

"Harga sekarang antara Rp 5 sampai Rp 6 ribu perkilo.

Pernah sampai 7 ribu waktu musim kemarau, Tapi tak lama habis itu harganya turun lagi," kata Haidir.

Dijelaskannya, dalam sehari mengumpulkan getah karet di kebun ya itu selama tiga hari dapatnya antara 80 kilo sampai 110 kilo.

" Ya kalau harganya tinggi kita masih bisa makan enak. Kalau ini karet lagi sulit makan mandi ja lagi, " keluhnya.

Selain harga kater berharap tinggi, dia juga mengeluhkan soal pupuk.

Baca: Dramatis! Hasil All England 2019, Jonatan Christie Lolos ke Babak Kedua Usai Kalahkan Wakil Korsel

Baca: Hasil PSIS Semarang vs Persipura Jayapura di Grup C Piala Presiden 2019, Skor 0-2 di Babak Pertama

Baca: Mahasiswa Unhas Ini Ditangkap Polisi Tanahlaut Jual ATM untuk Penipuan Online Shop

"Terus terang pupuk susah mencari. Biar ADa tapi harga mahal.

Harapan juga pemerintah menyesiakan pupuk. Sebab pupuk subsidi susah dicariRp 280 ribu satu sak 50 kilogram non subsidi," kata Haidir.

Itu pun sambung Haidir, pupuk segitu adalah ambilan banyak atau harga partai." Kalau ambil sedikit harganya Rp 30 ribu yang subsidi kalo bukan subsidi harganya Rp 95 ribu per sak. Pupuk urea, "kata petani karet itu.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved