Berita Kotabaru

Sidang Tipikor Kasus Damkar, Ada Fakta Baru dan Dua Nama ini

Kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran pada 2016 lalu memasuki babak baru.

Sidang Tipikor Kasus Damkar, Ada Fakta Baru dan Dua Nama ini
dok bpost
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran pada 2016 lalu memasuki babak baru.

Sidang di laksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin.

Dua terdakwa yakni Kodrat (Bendahara) dan Mukhlis (pelaksana) dihadirkan dalam persidangan dengan menghadirkan sejumlah saksi.

Sidang sudah berjalan selama 3 kali di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.
Dari 3 kali persidangan saksi-saksi, ada dua nama baru yang disebutkan dalam kasus tersebut.

Hal ini diakui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kotabaru, Armein Ramdhani, kepada Banjarmasinpost.co.id pada Jumat (8/3/19).

Baca: Berdiri Sebelum Perang Dunia II, 5 Maskapai Penerbangan yang Masih Bertahan Hingga Kini

Baca: Bukan Ammar Zoni, Ini Fakta Foto Pernikahan Irish Bella dan Giorgino Abraham Tersebar

Baca: Cara Kriss Hatta dan Ivan Gunawan Menangkan Hati Ayu Ting Ting, Geser Nama Raffi Ahmad?

Baca: Amalan Bulan Rajab, Perbanyak Sayyidul Istighfar Selain Puasa di Bulan Rajab

Dia mengatakan Selama tiga kali sidang ini ada beberapa fakta baru.

"Terkait persidangan, kami mendapatkan fakta baru dari keterangan saksi-saksi yang hadir kemaren, ada keterlibatan dari saksi SY (honorer dinas pendidikan) yang mengerjakan pekerjaan dengan meminjam CV yang ada," katanya.

Selain itu, menurut Armein, juga ada keterlibatan dari saksi RT selaku kontraktor yang mengerjakannya.

Hanya saja, RT tak hadir dalam persidangan tersebut.

Selain itu ada nama lain lagi yang terlibat.

"Sudah kami periksa dan fakta baru ini muncul semua saat persidangan berlangsung. Saksi RT sudah 2 kali pemanggilan namun mangkir. Di persidangan itu juga menghadirkan pemilik CV dan direktur CVnya baru cerita semuanya saat sidang berjalan," katanya.

Dijelaskannya, sidang masih berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan ada fakta baru lagi yang muncul.

Armein mengatakan sementara dari 3 kali sidang, ada dua nama yang muncul.

Sekedar diketahui, kasus tindak korupsi itu terjadi pda 2016, pengadaan alat di BPBD tersebut mengalami kerugian sekitar 390 juta.

Dua terdakwa sudah menjalani sidang selama 3 kali di Banjarmasin.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved