Berita Banjarmasin

Bawaslu Kota Banjarmasin Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pemilu 2019, Potensi Politik Uang Meningkat

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin ajak berbagai unsur masyarakat jadi Pengawas Pemilu Partisipatif.

Bawaslu Kota Banjarmasin Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pemilu 2019, Potensi Politik Uang Meningkat
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Suasana Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif oleh Bawaslu Kota Banjarmasin, Senin (11/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin ajak berbagai unsur masyarakat jadi Pengawas Pemilu Partisipatif.

Puluhan peserta dari unsur mahasiswa, masyarakat umum hingga insan pers diajak ikuti Rapat Koordinasi Pengawas Pemilu Partisipatif oleh Bawaslu Kota Banjarmasin, Senin (11/3/2019).

Berlokasi di Hotel Nasa, Banjarmasin, Ketua Bawaslu Kota Banjarmasin M Yasar dalam rapat tersebut menjelaskan, salah satu aspek yang sangat penting diawasi adalah munculnya politik uang.

Apalagi menurutnya makin mendekati hari H pencoblosan pada Rabu (17/4/2019), resiko munculnya praktek politik uang semakin besar.

Baca: Bawaslu Kalsel : Pemasangan APK di Area Jalan A Yani Salahi Aturan

Baca: DLH Banjar, Relawan dan Pelajar Turut Serta Bersihkan Sampah Pasca Haul ke-14 Guru Sekumpul

Baca: Pengusaha HST Ini Akan Dimintai Keterangan oleh KPK Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang Abdul Latif

Contohnya dijelaskan Yasar, pemberian uang tunai untuk keperluan konsumsi dan biaya transportasi pada kegiatan kampanye merupakan hal yang dilarang.

Walaupun dalam Undang-Undang diperbolehkan peserta Pemilu memberikan konsumsi dan transportasi, namun dilarang berikan dalam bentuk uang tunai.

"Tidak boleh ini ditegaskan lagi di SK KPU, itu bisa dikonversi ke bentuk voucher makan atau sediakan akomodasi transportasi," kata M Yasar.

Berbagai unsur masyarakat sengaja dihadirkan dalam rapat ini menurut M Yasar agar masing-masing peserta bisa ikut mengawasi jangan sampai lingkungannya dicederai praktek terlarang termasuk politik uang.

Hal ini menurut M Yasa sesuai dengan amanat Undang-Undang dimana Bawaslu wajib melibatkan unsur masyarakat untuk ikut awasi Pemilu secara Partisipatif.

"Ayo kita bersama-sama awasi dan kawal Pemilu supaya terselenggara sesuai aturan dan asasnya," kata M Yasar. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved