Berita Banjarmasin

Ungkap Realita Revolusi Industri 4.0 di Kalimantan Selatan, Begini Kata Pakar Siber Banua

Revolusi Industri 4.0 di Kalimantan Selatan, menurut kacamata Pengamat Siber dan pakar IT Kalsel Andi Riza dibagi menurut fasenya.

Ungkap Realita Revolusi Industri 4.0 di Kalimantan Selatan, Begini Kata Pakar Siber Banua
Istimewa
Pengamat Siber dan pakar IT Kalsel Andi Riza 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Revolusi Industri 4.0 di Kalimantan Selatan, menurut kacamata Pengamat Siber dan pakar IT Kalsel Andi Riza dibagi menurut fasenya.

Revolusi Industri 1.0 dimulai di abad 18 ketika tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin.

Jaman itu hal paling ikonik adalah ditemukannya mesin uap yang kemudian digunakan untuk mayoritas industri.

Revolusi Industri 2.0 dimulai sekitar tahun 1900 an saat ditemukan Tenaga Listrik. Dengan energi listrik semua lini industri bergerak secara masif.

Revolusi Industri 3.0 adalah era dengan Otomatisasi dan Komputasi. Ini dimulai sekitar tahun 1970 an saat ditemukannya Komputer dan terus berkembang sampai ke era Internet.

Revolusi Industri 4.0 adalah Konektivitas Internet dan Artificial Intelligence (AI). Ini adalah langkah besar-besaran ketika teknologi yang dihadirkan tidak lagi sebatas otomatisasi pekerjaan, tapi sudah dalam level pengambil keputusan.

Baca: Unik! Ada Buah Cempedak Dalamnya Nangka Tapi Rasanya Tiwadak, Acil Amah: Saya Kasih Nama Nangkadak

Baca: Belum Terungkap Lokasi Bulan Madu, Suami Syahrini, Reino Barack Sudah Bicarakan Program Bikin Anak

Baca: Lagi Asyik Mengemas Paket Sabu, Udin Negro Kaget Didatangi Sejumlah Lelaki Lalu Menangkapnya

Beberapa simbol ikonik Revolusi Industri 4.0 adalah Cloud Computing, Big Data, Internet of Things (IOT), Unmanned Vehicles (UAV), Mobile Technology (5G), Shared Platform, Block Chain, Robotics dan Bio-Technology. Boleh dikatakan, jika Anda penggemar Film Terminatornya Arnold Schwarzenegger, bahwa Revolusi Industri 4.0 adalah dunia dimana Skynet atau Genesis berkuasa.

Tentunya sebelum AI itu meluncurkan serangan nuklir ke berbagai negara diseluruh dunia. Tapi begitulah gambarannya. Dalam dunia Revolusi Industri 4.0, Komputasi awan memegang peranan utama, disusul Big Data sebagai fasilitas pemrosesan data tanpa batas, serta Internet of Things sebagai perangkat penghubung melalui jalur internet. Robot yang disertai Kecerdasan Buatan (AI) akan mendominasi dan menggantikan pekerjaan manusia.

Kondisi di Indonesia

Pertanyaan utama pastilah, “Apakah hal ini sudah terjadi di Indonesia?”

Halaman
123
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved