Berita Banjarbaru

100 Ribu Wisatawan Mancanegara Mampir di Banua Sepanjang 2018

100 Ribu Wisatawan Mancanegara Mampir di Banua Sepanjang 2018. Dinas Pariwisata Pemprov kalsel pun terus berupaya untuk mencapai target lebih

100 Ribu Wisatawan Mancanegara Mampir di Banua Sepanjang 2018
instagram @imis.bule
Imis Bule saat membawa wisatawan lokal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sepanjang 2018 tercatat 100 ribu orang Wisatawan mancanegara (wisman) yang mampir di Banua.

Dinas Pariwisata Pemprov kalsel pun terus berupaya untuk mencapai target lebih dari itu di 2019 ini tentunya dengan menggaet dan membuat event nasional yang bisa diikuti oleh international. Namun sementara ini ada kendala untuk peningkatan yang signifikan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Dahnial Kifli, Rabu (13/3/2019), wisman alasan itu karena wisaman yang datang tidak menempatkan Kalsel sebagai tujuan utama berwisata, namun perpindahan dari daerah lain.

"Hal itu terjadi, karena belum ada penerbangan langsung dari luar negeri ke Bandara Syamsudin Noor. Misal mereka tujuannya ke Bali, berwisata di sana lalu pindah ke sini," katanya.

Baca: Hasil Akhir PSM Makassar vs Lao Toyota FC Piala AFC 2019, Skor Akhir 7-3 Pesta Gol di Pakansari

Baca: Doa Luna Maya di Hari Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Terungkap, Diucapkan Saat Umrah

Baca: Reaksi Billy Syahputra Saat Hilda Vitria Disebut Dekat Dengan Eks Rekan Roy Kiyoshi, Robby Purba

Baca: Hasil Barito Putera vs Persela Lamongan di Piala Presiden 2019 : Skor 1-1 di Babak Pertama

Diakui Dahnial, wisman dengan tujuan Tanjung Puting Kalteng biasa akan menginap dan berwisata di Kalsel. Kondisi itu terjadi karena transit penerbangan ke Kalteng di Kalsel.

"Sekarang sudah ada penerbangan langsung ke Kalteng, jari mereka tidak mampir lagi. Biasanya wisman transit satu hari dimanfaatkan berkunjung ke Pulau Bakut atau objek wisata lainnya. Sekarang langsung jadi mereka tidak mampir lagi," runutnya.

Dahnial menerangkan, sektor pariwisata menjadi fokus pembangunan ke depan. Pada 2020 mendatang ditargetkan sudah tersusun master plan kepariwisataan. Hal ini juga sejalan dengan selesainya Bandara Syamsudin Noor.

"2020 tersusun master plan kepariwisataan, baik itu infrastruktur dan penunjang lainnya," katanya.

Adapun Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira menambahkan, pihaknya merencanakan perekonomian Kalsel tidak lagi bertumpu pada sektor mineral batu bara, sebab sektor itu bisa habis.

Baca: Bacaan Doa Buka Puasa Hari Ke-6 Puasa Rajab 2019 dan Keutamaan Ibadah Puasa di Bulan Rajab

"Sektor pariwisata salah satu hal yang kami targetkan menjadi tumpuan perekonomian Kalsel, termasuk pertanian, perikanan, dan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, untuk memajukan kepariwisataan banyak hal yang sudah dilakukan. Sektor yang diharapkan untuk bisa mempengaruhi pariwisata di kalsel ada Bandara Syamsudin Noor yang nantinya akan naik kelas menjadi bandara International.

Perencanaan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga akan diintegrasikan dengan kepariwisataan.

"Pak sekda juga berpesan demikin. Geopark, Kahung, dan lain-lain adalah bagian dari perencanaan memajukan pariwisata," tandas Fajar Desira. (banjarmasinpost.co.id/ nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved