Berita Banjarmasin

Kalah di Pengadilan, Ini yang Dilakukan Warga Terdampak Pembebasan Lahan di Jalan Rantauandarat

Kalah di Pengadilan, Ini yang Dilakukan Warga Terdampak Pembebasan Lahan di Jalan Rantauandarat

Kalah di Pengadilan, Ini yang Dilakukan Warga Terdampak Pembebasan Lahan di Jalan Rantauandarat
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Bangun di Jalan Rantauan Darat yang terdampak pembebasan lahan jalan menuju RSUD Sultan Suriansyah. 

BANJARMSINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sikap dan keinginan untuk bertahan pemilik bangunan di Rantauandarat nampaknya masih berlanjut. Meski mengalami kekalahan dalam sidang, warga yang rumahnya terdampak pembebasan lahan ini masih hendak mengajukan banding atas kekalahan gugatan mereka di pengadilan.

Sebagaimana diketahui, Rabu (13/3/2019) menjadi sidang putusan atas gugatan sejumlah warga pemilik bangunan di Rantauandarat, Banjarmasin terhadap Pemko Banjarmasin. Sidang putusan tersebut seharusnya dilakukan sejak dua minggu lalu. Namun pengadilan menunda keputusan tersebut.

“Kami memang kalah. Tapi kami masih tetap bertahan dan sebagaimana saran dari pengacara, kami akan mengajukan banding,” ucap satu warga Rantaundarat, Ahmad Kusasi.

Ada delapan bangunan yang terdampak atas pembebasan lahan tersebut.

Baca: Hasil PSM Makassar vs Lao Toyota FC di Piala AFC 2019, Skor 2-1 di Babak Pertama

Biaya ganti bangunan dianggap warga tidak mencukupi mereka untuk memiliki tempat tinggal baru. Namun meski begitu, bangunan di kawasan Rantauandarat direncanakan bakal dibongkar oleh Pemko Banjarmasin.

SP 3 pun sudah diberikan oleh Satpol PP Kota Banjarmasin pada 11 Maret 2019 lalu. Warga diberi waktu selama tiga hari untuk mengosongkan rumah mereka.

Namun Ahmad mengatakan, meski ada permintaan itu, pihaknya masih memilih tidak pergi ataupun mengeluarkan barang. Apalagi membongkar bangunan sendiri. Menurutnya belum ada ketetapan yang menyatakan pihaknya harus pindah, terkecuali pengajuan banding selesai.

“Kalau eksekusi pembangunan dilakukan sebelum selesai banding. Kami tidak akan melawan, tapi kami akan melaporkan itu sebagai tindakan pengrusakan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menyampaikan kalau Pemko Banjarmasin bakal melakukan eksekusi pada bangunan di Rantauandarat. Eksekusi itu akan dilakukan pada Kamis (14/3/2019).

Baca: Gisella Anastasia Dekat Wijaya Saputra Sebelum Cerai dengan Gading Marten, Gisel Beri Penjelasan

"Kami hormati putusan dari Pengadilan Negeri Banjarmasin yang memenangkan Pemko Banjarmasin untuk kasus ganti rugi lahan yang ada di depan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin. Oleh karena itu semua pihak menghormati putusan ini," ucapnya.

Ia menjelaskan, sesuai keputusan surat dari ketua pengadilan, eksekusi bisa dilakukan tanpa menunggu putusan. Karena sepenuhnya telah menjadi kewenangan Pemko Banjarmasin

Sebutnya pascaputusan sidang, tidak ada lagi hal yang menghalangi proses eksekusi. Ia pun berharap pembangunan RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin bisa sesuai jadwal.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved