Berita Banjarbaru

Dari 254 Desa, Kini Hanya Ada 86 Desa Tertinggal di Provinsi Kalsel, Bentuk Keberhasilan Dana Desa

Dari 254 Desa, Kini Hanya Ada 86 Desa Tertinggal di Provinsi Kalsel, Bentuk Keberhasilan Dana Desa

Dari 254 Desa, Kini Hanya Ada 86 Desa Tertinggal di Provinsi Kalsel, Bentuk Keberhasilan Dana Desa
banjarmasin post group/ nurholis huda
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Zulkifli, Kamis (14/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kesenjangan Pembangunan perkotaan dan pembangunan di pedesaan terlalu besar, pemerintah pusat dan daerah bersinergi untuk mengatasinya. Salah satu program yang diunggulkan untuk menekan kesenjangan itu adalah dengan program dana desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Zulkifli, Kamis (14/3/2019) menjelaskan program dana desa ini sangat dirasakan dan diharapkan dari pemerintahan daerah di 11 Kabupaten di Kalsel.

"Adanya Perogram dana desa, ini sedikit demi sedikit sudah mulai mengurang. Kami laporkan Gini Rasio di Kalsel itu menjauh dari angka satu. Sekarang sudah dibawah dibawah 0,3. ini tidak ada lain karena kemajuan dari pembangunan yang sudah dilaksanakan dan pemerataan pembangunan di Kalsel sudah mulai terasa," kata Zulkifli.

Dari catatan Pemprov Kalsel, jumlah desa tahun 2016 desa yang sangat tertinggal itu 254 sekarang menjadi 89 desa saja.

Sementara desa yang tertinggal dari sebanyak 1984 tahun 2016 kini menurun kini menjadi 859. Adapun desa berkembang dari 409 tahun 2016 meningkat menjadi 863. Adapun desa maju dari 16 meningkat menjadi 53.

Baca: Daftar Pelanggan Vanessa Angel yang Terjerat Prostitusi Artis Diungkap Muncikari, Rian dan 3 Lainnya

"Ini tidak lain, hasil konkrit dari pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan. tentu saja ini tidak bisa salah satu jenjang pemerintahan adalah yang paling penting, sehingga semua harus sinergi baik pusat, pemerintah dan daerah. Infrastutrur harus merata di daerah dan bukan hanya di perkotaan saja," kata Zulkifli.

Sinergisitas ini, Zulkifli berujar, harus terus dijaga agar pembangunan tetap terkawan kedepannya menuju yang lebih baik. Karena itu Pemerintah provinsi Kalsel mengundang dan mengajak semua Pembakal atau Kepala Desa se Kalsel beserta Camat se Kalsel di Aula Idham Chalid Banjarbaru. Dilaporkan ada sebanyak 1864 kepala desa dan 153 Camat yang diundang.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor di hadapan para kepala Desa menjelaskan hendaknya pembangunan di daerah terus ditingkatkan agar nilai kesenjangan pembangunan di desa menipis.

"Saya sering melakukan kunjungan di daerah dengan tour ke pelosok pelosok, dan ada banyak harapan warga di sana yang masih belum terealisasi. Karena itu kami harapkan para Pembekal setempat untuk bisa mengatasi persoalan di daerahnya masing-masing terutama soal pembangunan dan infrastruktur yangh memadai," urai Gubernur Kalsel.

Disebutkan sahbirin Noor, pembangunan yang berbasiskan komunitas, pembangunan yang mengandalkan partisipasi masyarakat dan pembangunan yang menghargai kearifan lokal sungguh jawaban yang tepat dan sangat relevan dalam konsep pembangunan nawacita.

Baca: Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani Bebas Lebih Cepat! Ini Bocoran Pengacara Eks Maia Estianty

"Sinergisitas harus tetap dijaga untuk pembangunan di daerah. bergerak membangun desa demi kesejahteraan masyarakat banua Kalimantan Selatan," ungkap Paman Birin sapaannya.

Selain itu, dalam kesempatan itu pula paman Birin juga dalam tahun 2019 dalam momen Pemilu tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar pemilu dapat berjalan dengan lancar.

"Antisipasi untuk meminimalkan hambatan, tantangan gangguan dan ancaman yang mungkin akan terjadi," tandas Paman Birin.

(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved