OTT KPK di Jatim

Penunjukan Suharso Manoarfa Gantikan Romahurmuziy Usai OTT KPK Ketum PPP Dapat Reaksi di Internal

Penunjukan Suharso Manoarfa Gantikan Romahurmuziy Usai OTT KPK Ketum PPP Dapat Reaksi di Internal

Penunjukan Suharso Manoarfa Gantikan Romahurmuziy Usai OTT KPK Ketum PPP Dapat Reaksi di Internal
Tribunnews.com/Randa Rinaldi
Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa mendampingi Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (29/10/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keputusan PPP yang resmi mengganti Romahurmuziy sebagai Ketua PPP dan menggantikannya dengan Suharso Manorfa sebagai Plt Ketum PPP mendapat reaksi dari internal.

Keputusan DPP PPP untuk memilih Suharso Manoarfa terbilang cepat, bahkan hitungan jam usai Romahurmuziy alias Romy ditetapkan menjadi tersangka pasca OTT KPK di Kemenag Sidoarjo.

Ketua DPP Syaifullah Tamliha mengatakan, sebagai pengurus PPP yang sudah malang melintang, kejadian penunjukkan Plt Ketum PPP Suharso Manoarfa pasca Romahurmuziy terkena OTT KPK ini mengingatkannya pada peristiwa saat Suryadharma Ali menjadi tersangka korupsi.

 "Saya sudah dua kali menghadapi masa-masa yang sulit ketika Ketua Umum PPP menjadi tersangka korupsi oleh KPK. Menjelang Pilpres 2014, SDA (Suryadharma Ali) menjadi tersangka saat menjabat Menteri Agama. Jelang Pilpres 2019, Romy (Romahurmuziy) terkena OTT dan tersangka korupsi yang juga berhubungan dengan Kementerian Agama," ujar Tamliha dalam keterangannya, Minggu (17/3/2019).

Baca: Link Live Streaming Trans7 & Trans TV Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019, Cek Juga Link RCTI

Baca: Hasil Akhir Timnas U-22 Indonesia vs Bali United Jelang Kualifikasi Piala Asia U23 2020, Skor 3-0

Baca: LINK Live Streaming Everton Vs Chelsea di Liga Inggris Pekan 31 Minggu (17/3) Malam Ini, Live RCTI

Baca: LIVE beIN Sports 1! Link Live Streaming Fulham vs Liverpool di Liga Inggris, Cek Cara Nontonnya

Syaifullah Tamliha kemudian mengingat momentum di 2014 saat Romy memimpin rapat untuk memecat Suryadharma Ali sebagai ketum.

Syaifullah Tamliha ikut dalam rapat tersebut, tapi ia bercerita sempat meminta pemberhentian Suryadharma Ali saat ia sudah diputuskan bersalah.

"Ketika kawan-kawan memecat SDA di malam kelabu yg rapatnya ‘dipimpin’ Romy, sebagai Wasekjen saya meminta pemberhentian dilakukan setelah SDA benar-benar masuk penjara," kata Tamliha.

Ia ingat betul, Suharso Monoarfa merupakan salah satu orang yang mendesak agar pemberhentian Suryadharma Ali dilakukan sesegera mungkin. Kejadian di 2014 seakan kembali terjadi di 2019.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (ADA) dan Sekjen PPP Romahurmuziy atau Romi
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (ADA) dan Sekjen PPP Romahurmuziy atau Romi (TRIBUNNEWS.COM)

"Tapi Suharso Monoarfa dengan lantang memintanya ‘sekarang juga’. Ketika Romy ditetapkan tersangka oleh KPK, Sumo (Suharso Monoarfa) pula yang ‘buru-buru‘ dijadikan Plt Ketua Umum. Saat kemarin, saya menolak kembali ke Jakarta untuk hanya sekadar rapat memberhentikan Romy," kata Tamliha.

Anggota DPR RI Fraksi PPP ini memiliki alasan mengapa ia tak setuju pemberhentian dilakukan dengan buru-buru. Ia pun menilai pergantian ketum harusnya dilakukan setelah minta pertimbangan dari Romy yang merupakan mantan ketum.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved