Breaking News:

Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

Kemenkeu Rencanakan PPnB Berdasar Emisi, Pencinta Otomotif Langsung Merespons Begini

Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor tidak lagi berdasarkan kapasitas

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (18/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor tidak lagi berdasarkan kapasitas mesin tapi pada emisi CO2 yang dihasilkan disambut gembira Nooryanto.

"Baguslah kalau PPnBM berdasar emisi. Secara tidak langsung menyingkirkan mobil tua yang masih jalan yang emisi buangnya tinggi,” kata pencinta otomotif di Banua ini, kemarin.

Warga Banjarbaru yang akrab disapa Apui ini mengatakan pemerintah harus sudah menyiapkan sarana untuk pengisian listriknya di tiap tempat tertentu, seperti SPBU untuk mobil berbahan bakar minyak yang sudah ada.

Baca: Pria Misterius di IG Ayu Ting Ting Terungkap, Gendong Bilqis dengan Wajah Diblur Teman Ivan Gunawan

Baca: Bukti Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Telah Menikah Terungkap Lewat Foto Eks Veronica Tan di Sidney?

Baca: Cara Reino Barack Manjakan Syahrini, Incess Rela Lakukan Ini untuk Mantan Luna Maya Itu

Baca: Bukan Rafathar, Nagita Slavina Ungkap Kisah Pemberian Nama Awal Anak Raffi Ahmad

"Di Kalsel belum ada mobil listrik. Yang dulu ada sepeda listrik,” ujarnya.

Kalau skema PPnBM yang baru ini diterapkan, mobil listrik yang tidak menghasilkan gas buangan akan bebas pajak.

Sementara itu, mobil segmen Low Cost Green Car (LCGC) atau yang lebih dikenal dengan mobil murah ramah lingkungan akan terkena pajak sebesar 3 persen.

Sebelumnya, diketahui PPnBM Mobil LCGC sebesar 0 persen.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved