Berita Tapin

Lima Tahun Yayah Jual Bibit Cabai Rawit, Begini Hasilnya

Yayah (55), warga Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, memilah bibit cabai rawit Hiyung.

Lima Tahun Yayah Jual Bibit Cabai Rawit, Begini Hasilnya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Yayah, petani cabai rawit Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Senin (18_3_2019) 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Yayah (55), warga Desa Sungai Rutas Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, memilah bibit cabai rawit Hiyung.

Ibu rumah tangga itu mengaku sudah lima tahun melakoni usaha menjual bibit cabai rawit Hiyung di samping menanam cabai Hiyung di lahan miliknya.

Bibit cabai rawit itu dibeli masyarakat bervariasi dari 30 pohon, 5000 pohon hingga 10 ribu pohon bibit cabai rawit.

"Kalau pesanan banyak tinggal minta dengan tetangga juga menjual bibit cabai rawit," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (18/3/2019).

Menurutnya perlu waktu 20 hari dari bibit semai hingga masa tanam.

Ada 60 kilogram biji cabai rawit Hiyung yang disemainya dari usai satu minggu hingga lebih.

Media tanam yang baik itu disarankan di lahan yang luas.

Baca: Usai Syahrini dan Reino Barack Mantan Kekasih Luna Maya Menikah, Ivan Gunawan Peringatkan Hal Ini

Baca: Analisa Psikolog Tentang Kejiwaan Nikita Mirzani yang Nyinyiri Syahrini-Reino Barack dan Ahmad Dhani

Baca: Ariel NOAH Rayakan Satu Dekade Sahabat NOAH Usai Kabar Kecelakaan, Uki Dikabarkan Hengkang?

Baca: Raffi Ahmad Panggil Ayu Ting Ting Istri, Zaskia Gotik Sebut Suami Nagita Slavina dan Ayu Sudah Nikah

Kalau medianya pot bunga hasilnya tidak maksimal.

Yayah mengaku membuat bibit cabai rawit itu di atas lahan miliknya sebanyak 60 kilogram menghasilkan 10 ribu bibit cabai rawit.

"Saya selama ini tidak lagi membeli bibit cabai rawit Hiyung untuk menanam. Saya melakukan pembibitan sendiri cabai rawit Hiyung," katanya.

Satu batang pohon bibit cabai rawit Hiyung usia satu pekan, dijual Yayah, seharga Rp 250 per batang.

Bibit pohon cabai rawit yang sudah diberi polibag agak mahal dijualnya Rp 1000 per batang.

"Ada yang pesan hingga lima ribu polibag khusus harga Rp 1000," katanya.

Menurutnya, usaha menanam cabai rawit Hiyung mampu meningkatkan perekonomian keluarganya, karena setiap musim semai bibit cabai rawitnya, dibeli hingga puluhan ribu bibit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin mengatakan cabai rawit Hiyung merupakan varitas lokal yang dilestarikan dan terus dibudidayakan di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah dan Desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan.

Kegiatan pembenihan dari masyarakat itu diapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapin bagian dari agrobisnis pertanian agar kualitas bibit cabai rawit Hiyung yang dikeluarkan kepada masyarakat tetap terjaga dan bermutu.

"Jangan sampai bibit cabai rawit Hiyung yang dikeluarkan tidak bermutu. Jaga mutu karena itu merupakan varitas lokal dan unggulan Kabupaten Tapin," katanya.

Di Kabupaten Tapin, Wagimin mengaku potensi untuk mengembangkan lahan tanam cabai rawit Hiyung terus diupayakan pihaknya, baik berupa buah cabai rawit Hiyung maupun potensi lainnya seperti bisnis pembenihan atau pembibitan cabai rawit Hiyung.

"Ada potensi agrobisnis dalam kegiatan penjualan buah segar cabai Hiyung, bahan olahan berupa abon dan sambel juga potensi pembibitan agar semakin terjaga kualitas bibit cabai rawit Hiyung," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved