Breaking News:

Opini Publik

Mewaspadai Parasit pada Ikan Laut dan Tawar (Bersifat Zoonosis yang Berpindah ke Manusia)

Secara nasional dinyatakan bahwa Kalimantan Selatan diakui sebagai daerah dengan mengkonsumsi ikan melebihi angka konsumsi ikan nasional.

Editor: Elpianur Achmad
net
ilustrasi 

Parasit cacing jenis Gnathostoma sp adalah cacing yang ada pada Belut (Fluta alba), jenis cacing ini merupakan salah satu cacing yang berbahaya bagi manusia. Ikan air tawar (belut) adalah sebagai inang antara kedua, kemudian di tubuh belut terjadi perkembangan larva. Gnathostoma sp dapat menginfeksi manusia apabila mengkonsumsi belut mentah atau tidak cukup masak, dimana belut tersebut mengandung parasit atau cacing tahap larva, (Roberts and Janovy, 1996).

Siklus penularan atau pemindahan parasit jenis cacing Gnatostoma sp sampai kemanusia adalah dengan siklus sebagai berikut ; Inang defenitif Gnatostoma sp (babi, kucing, anjing dan binatang liar lainnya) cacing dewasa tinggal di dinding lambung inang defenitif, telur yang belum embrionisasi dikeluarkan bersama kotoran, embrionisasi terjadi di air dan menetas mengeluarkan larva stadium I, jika cyplos sebagai hewan pembawa 1 larva berkembang menjadi stadium II, jika cyplops dimakan oleh Hewan Pembawa 2 (ikan, katak atau ular) maka larva stadium II akan berkembang menjadi larva stadium III. Jika Hewan Pembawa 2 dimakan oleh Inang Defenitif maka larva berkembang menjadi dewasa.

Manusia dapat terinfeksi jika makan hewan pembawa 2 yang kurang masak atau minum air yang terkontaminasi cyclops (Hewan Pembawa 1) yang mengandung larva stadium II (Sudaryanto, MPd Ked Bagian Parasitologi FK Undip, 2019).

Pada tahun 2011 ekspor belut Indonesia ke Jepang ditolak akibat terdeteksi positif Gnathostomiasis. Gnathostomiasis adalah infeksi cacing Gnathostoma sp. Pada belut, larva Gnatostoma sp ini pada umumnya terdapat pada usus, hati, dan daging. Larva Gnathostoma sp yang sering ditemukan biasanya masih berbentuk kista dengan warna yang transparan.

Akibat yang ditimbulkan oleh parasit jenis cacing Gnathostoma sp, manifestasi klinis gnathostomiasis pada manusia adalah disebabkan oleh migrasi cacing imatur (L3s). Migrasi dijaringan subkutan yang menyebabkan pembengkakan intermiten, nyeri, batuk, hematuria dan keterlibatan okular, dengan manifestasi paling serius meningitis eosinofilik dengan mieloensefalitis, eosinofilia tinggi hadir (Sylvia Paz Diaz, Meksiko).

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi ikan yang matang dengan memiliki titik didih yang tinggi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved