Pantangan Ibu Hamil Versi Urang Banjar

Mengapa Keluar Rumah Senja Hari Ibu Hamil Diikuti Makhluk Halus? Ternyata Ini Penyebabnya

Sejumlah pantangan yang dipercaya khususnya di wilayah Kabupten Tanahbumbu dan Kotabaru, yakni tidak boleh duduk di pintu

Mengapa Keluar Rumah Senja Hari Ibu Hamil Diikuti Makhluk Halus? Ternyata Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/Thinkstockphotos
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sejumlah pantangan pada ibu hamil dipercaya terjadi bila melanggarnya dan kurang berhati-hati.

Sejumlah pantangan yang dipercaya khususnya di wilayah Kabupten Tanahbumbu dan Kotabaru, yakni tidak boleh duduk di pintu, nanti anaknya susah keluar, tidak boleh rebahan pake guling nanti anaknya sungsang.

Selain itu, tidak boleh ngomongin orang, nanti anaknya menjadi seperti orang yang diomongin. Tidak boleh bejalan di senja atau petang dan karena orang hamil harum dan mudah diikuti makhluk halus.

Bahkan, tidak boleh bangun siang, makan tidak habis, makan sambal dicobek, membuang sampah pencok waktu ngidam tidak boleh dibawah kolong rumah, membakar terong.

"Nah itu diantara kepercayaan orang Banjar yang dihindari saat hamil begitu juga saya yang sudah punya 3 anak. Alhamdulillah anak semuanya sehat," kata Siti yang sudah 3 kali hamil tersebut.

Baca: Seputar Fakta Ibu Hamil di Banua, dari Mitos Duduk di Tengah Pintu Sampai Larangan Pakai Guling

Baca: Penyebab Ashanty Minta Cerai pada Anang Hermansyah dalam Kisah Masa Lalu Terungkap, Ternyata

Baca: Wuling Almaz Mulai Sodok CR-V, Lihat Perbandingan Harganya, Ini Tanggapan Pihak Honda

Menurutnya, bila sering bangun kesiangan, anak juga bisa lambat keluar. Sedangkan bila duduk di tengah pintu, bayi bisa susah dihajan.

"Kalau yang membuang sampah pencok ke kolongan rumah, nanti anaknya besar bisa betoengaruh tidak baik di antaranya lambat bersuami, bujang tuu ,jadi harus membuang ke halaman rumah," katanya.

Sementra bila makan sambal dicobek itu nanti muka anak jadi lebar. Tidak boleh membakar terong karenan nanfi anaknya bisa jadi hitam dan tidak mempan diluluri.

"Kalau mau masak kepiting tidak boleh di potong-potong tangannya. Nanti anaknya bisa buntung," kata perempuan yang sudah berumur 51 tahun ini. (banjarmasinpost.co.id/Man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved