Berita Banjar

Respons Ketua DPRD Banjar Sikapi Munculnya Spanduk #2019GantiDPRDBanjar di Martapura

Respons Ketua DPRD Banjar Sikapi Munculnya Spanduk #2019GantiDPRDBanjar di Martapura

Respons Ketua DPRD Banjar Sikapi Munculnya Spanduk #2019GantiDPRDBanjar di Martapura
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Spanduk #2019Ganti Anggota DPRD Banjar di Jalan Tanjungrema, Simpang tiga Jalan Perwira. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Respons Ketua DPRD Banjar Sikapi Munculnya Spanduk #2019GantiDPRDBanjar di Martapura

Ketua DPRD Banjar, H Rusli tak terusik dengan adanya spanduk #2019Ganti Anggota DPRD Banjar yang bertebaran di Martapura dan sekitarnya.

Menurutnya, spanduk itu bisa saja ada yang dengki dan iri ingin mencaleg tapi tidak punya apa-apa.

Diungkapkan H Rusli usai menghadiri Apel Kesiapan Pemilu di Polres Banjar, Jumat (22/3).

Lebih lanjut H Rusli mengatakan, pemilu ini adalah ini pesta demokrasi lima tahun sekali, masyarakat bisa memilah-milah, kalau liur dapatnya liur juga buat apa. Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

Baca: Link Pengumuman SNMPTN 2019 Pukul 13.00 WIB via snmptn.ac.id, Simak Tahapan Bagi Peserta lulus

Baca: Tangis Gading Marten Nyanyikan Lagu Galau Kala Gisella Anastasia Dekat dengan Wijaya Saputra

Baca: Jadwal & Live Streaming RCTI - Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Jumat (22/3) Kualifikasi Piala Asia

Baca: VIDEO Viral Ribuan Ikan Loncat ke Daratan, Heboh di Instagram (IG), Whatsapp (WA) dan Facebook (FB)

“Kalau tujuan baik membuat spanduk dan hastag silakan boleh-boleh saja mengkritik agar apa yang dikehendaki rakyat masyarakat bisa lebih baik. Kalau terusik artinya orang yang tidak bisa menerima kritikan,” katanya.

Dirinya menegaskan mempunyai prinsip menerima kritikan, maka silakan kritikan asalkan sesuai hati nurani.

Sementara ini sebagai anggota DPRD Banjar tidak merasa terusik, menganggap kritik wajar tapi kembali ditegaskannya sesuai hati nurani dan jangan menyalahi.

Tetapi lanjutnya perlu dicari kalau ada kepentingan dibelakangnya, sebagian isi dari spanduk memojokan orang, padahal kalau punya kemampuan beri sedekah dan semasa lima tahun boleh-boleh saja masyarakat yang menerima dan tidak melanggar aturan. Kalau punya kemampuan dan juga masyarakat senang maka tidak masalah memberikan bantuan.

Buntut belum tuntasnya penyidikan kasus dugaan kunker fiktif anggota DPRD Banjar hingga akhirnya bertebaran spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar. Hingga jelang 26 hari lagi pencoblosan kasus kunker DPRD Banjar belum ada kejelasan.

Spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar di depan Gedung Juang, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (19/3/2019)
Spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar di depan Gedung Juang, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (19/3/2019) (banjarmasin post group/ hasby suhaily)

Kasus kunker DPRD Banjar ini sudah dilakukan ekpose di Kejati Kalsel. Hadir saat ekpose di Banjarmasin itu Kasipidsus Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi beserta tim penyidik Kejari Banjar.

Warga Martapura, Safariansyah #2019GantiAnggotaDPRDBanjar wajar muncul sebagai gerakan yang bukan tanpa alasan. Total anggota DPRD Banjar sebanyak 45 orang, ada yang duduk berkali-kali sebagai anggota dewan.

Terlebih lagi jika melihat kinerja para wakil rakyat di rumah Banjar tak layak meraih nilai baik. Kasus kunker salah satunya, meski pengusutan kasusnya yang sudah ditingkat penyidikan sejak 2017 hingga 2019 ini tak rampung.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved