Berita Tanahbumbu

Bekantan di Sungaitaib Akan 'Ditangkap' BKSDA: Wacana Dipindahkan ke Pulau Suwangi

Tergerusnya tempat untuk habitat Bekantan oleh banyaknya permukiman dan bangunan di wilayah Pulaulaut, khususnya di Desa Sungaitaib

Bekantan di Sungaitaib Akan 'Ditangkap' BKSDA: Wacana Dipindahkan ke Pulau Suwangi
Facebook
Bekantan yang kesetrum dua kali ini akhirnya meninggal dunia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Tergerusnya tempat untuk habitat Bekantan oleh banyaknya permukiman dan bangunan di wilayah Pulaulaut, khususnya di Desa Sungaitaib memunculkan keinginan KPH Pulaulaut memindahkan hewan memiliki nama ilmiah Nasalis Larvatus.

Diperoleh informasi, keinginan KPH Pulaulaut memindahkan monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna cokelat kemerahan itu ke Pulaulau Suwangi, Tanahbumbu, upaya menjaga kelestarian populasi hewan dilindungi Undang-Undang tersebut.

Rencananya, bekantan-bekantan yang sebagian besar masih hidup 'liar' di kawasan hutan mangrove di sekitar permukiman di wilayah Sungaitaib, Pulaulaut Kotabaru akan 'ditangkapi' untuk di pindah ke lokasi baru (Pulau Suwangi).

Kasi Konservasi Wilayah 3 Batulicin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nikmat Hakim, membenarkan adanya keinginan Dinas Kehutanan KPH Pulaulaut tersebut.

Namun masih sebatas wacana.

Baca: Alasan Hilda Vitria Hapus Foto Billy Syahputra Diungkap Feni Rose, Penyebab Putus Eks Kriss Hatta

Baca: Saat Usia 15 Tahun, Gadis ini Memulai Bisnis Nama Bayi, Kini Ia Meraup Keuntungan Miliaran Rupiah

Baca: Tanggal Pernikahan Ammar Zoni & Irish Bella Terungkap via Undangan, Mantan Ranty Maria Nikah Disini

Baca: Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting Kembali Tampil Mesra, Igun: Kalau Jodoh Tak Tertukar

"Saya dengar-dengar seperti itu. Tapi belum pasti. Baru ancang-ancang. Tapi bisa ditanyakan juga (KPH) Pulaulaut sudah sampai dimana," ujar Nikmat kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (25/3/2019).

Terkait wacana tersebut, tambah Nikmat, informasi didapatnya, menyusul adanya rencana program KPH Pulaulaut membuat kawasan ekosistem esensial di Sungaitaib.

"Tapi saya tidak tahu persis. Bisa ditanyakan juga ke KPH Pulaulaut," ucapnya.

Sementara terkait wacana tersebut, BKSDA hanya mensupport karena di luar kawasan atau berstatus area penggunaan lain (APL).

"Memang tahun 2013 pernah saya usulkan jadi kawasan esensial. Tapi waktu itu anggarannya digeser ke kegiatan puncak Hari Nusantara," ungkapnya.

Sedangkan bentuk support dari BKSDa terkait rencana itu, Nikmat merincikan, akan membantu penangkapan bekantan.

"Tapi belum ada juga suratnya ke kita (BKSDA), karena baru wacana-wacana," tandas Nikmat kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara terkait wacana ini, belum didapat konfirmasi resmi dari pihak KPH Pulaulaut.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved