Berita Banjarbar

Dua Caleg dari PKS Banjarbaru Dicoret dari DCT

Dua calon legeslatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banjarbaru dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) pemilu legeslatif 2019.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dua calon legeslatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banjarbaru dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) pemilu legeslatif 2019.

Dua caleg dari PKS Kota Banjarbaru yang dicoret ini yakni Muhammad Andry Maulana Amir dari dapil satu dan Dwi Lestari dari dapil empat.

Ketua KPU Banjarbaru Egar Wahyu Hidayat membenarkan dua caleg dari PKS dicoret dari DCT pemilu legeslatif 2019.

"Kedua caleg dari PKS itu sudah dicoret dari DCT karena memilih menjadi PNS," katanya, Selasa, (26/3).

Surat keputusan terkait pencoretan dua caleg dari PKS sudah ditetapkan dan sudah melalui rapat pleno KPU Banjarbaru.

Baca: Cara Aurel dan Azriel Hermansyah Tak Abaikan Krisdayanti, Saat Berlibur Bersama Ashanty di Turki

Baca: Pengorbanan Rian Subroto demi Kencani Vanessa Angel dalam Kasus Prostitusi Artis, Bukan Hanya Tarif!

Baca: Ammar Zoni dan Irish Bella Akan Berhijrah Usai Menikah Diungkap Ayah Mantan Kekasih Ranty Maria Itu

Baca: Pelampiasan Luna Maya Karena Syahrini & Reino Barack Menurut Zaskia Gotik, Eks Ariel Kian Agresif

Meski sudah dicoret dari DCT, namun nama keduanya masih ada di kertas surat suara.

Misalkan masih ada yang mencoblos maka suaranya akan masuk ke partai.

Pihaknya akan sosialisasikan terkait dengan adanya caleg yang dicoret dari DCT kepada para pemilih.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Banjarbaru Ahmad Nur Irsan Finazli juga sudah mengetahui adanya dua calegnya yang dicoret dari DCT.

"Sudah tidak bisa diganti, karena sudah selesai proses pencalonan atau silon DC nya," katanya.

Meski begitu pihaknya masih optimistis dengan calon yang ada untuk memaksimalkan hasil pileg 2019.

"Insyaallah dengan Calon yang ada ini, kita maksimalkan gerak-gerak sosialisasi dan kampanye ke masyarakat. Lebih masif dan lebih berkhidmat untuk rakyat," katanya.

Disebutkannya inilah konsekuensi partai dakwah yang disukai kaum milenial kaum muda, usia produktif yang selalu bergerak.

"Alhamdulillah keduanya diterima jadi ASN," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved