Pedagang Penton Gantung Diri

Pemuda Gantung Diri di Daha Selatan Ternyata Pernah Coba Sayat Tangan, Ini Penjelasan Polres HSS

Hal tersebut diungkapkan ibu korban kepada penyidik Polsek Daha Selatan, yang memintai keterangan pihak keluarga, usai peristiwa menggegerkan itu.

Pemuda Gantung Diri di Daha Selatan Ternyata Pernah Coba Sayat Tangan, Ini Penjelasan Polres HSS
INFO BBNHSS
Mahran (24), pedagang pentol di Kandangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Mahran (24) pemuda tampan asal Desa Tambangan rt 11 Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan yang ditemukan tewas gantung diri di ruang tamu rumahnya, ternyata pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat nadi di tangannya namun berhasil diselamatkan orang tuanya.

Hal tersebut diungkapkan ibu korban kepada penyidik Polsek Daha Selatan, yang memintai keterangan pihak keluarga, usai peristiwa menggegerkan kampung tersebut.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya, melalui Kasubbag Humas Polres HSS Iptu Gandhi Ranu menjelaskan, korban sudah berstatus duda empat tahun, sejak menikah diusia remaja.

"Pihak keluarga juga mengatakan korban sering mengalami kesurupan,"kata Gandhi kepada banjarmasinpost.co.id malam ini.

Baca: Truk Vs Pikup Adu Kuat di Jalan Trans Kalsel-Kaltim Tanahbumbu, Sopir Pikup Sempat Terjepit di Kabin

Dijelaskan, pihak keluarga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah, dan ingin segera memakamkannya sehingga menolak ketika penyidik berupaya melakukan visum dan otopsi terhadap jenazah korban, dan pihak kekuarga membuat surat pernyataan penolakan tersebut.

Mengenai penyebab korban mengakhiri hidup, diduga karena putus asa menjalani hidup, sementara mantan istrinya sudah menikah lagi. "Hal tersebut tersirat dari status WA korban yang memperlihatkan tali nilon yang dipersiapkan untuk bunuh diri dan kalimat-kalimat pasrah, ingin segera mati serta tidak sanggup hidup lagi,"kata Gandhi. Capture screenshot status korban pun kini bertebaran di group-group WA publik di HSS.

Mengenai kronologis ditemukannya Mahran yang tergantung di seutas tali nilon di ruang tamu rumahnya sekitar pukul 11.45 siang tadi, berawal saat saksi Saidah (46) tetangga korban diminta tolong orang tua korban menengok ke rumah miliknya.

Saat itu orang tua korban mendengar suara sesuatu yang dibentur-benturkan ke dinding. Saat saksi Saidah sampai di rumah korban, pintu rumah semuanya dalam keadaan terkunci. Kemudian saksi Saidah menjenguk lewat jendela yang terbuka dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung.

Spontan dia berteriak meminta pertolongan kepada Ramli (39) warga lainnya. Ramli setelah tiba di rumah korban langsung berupaya melakukan penyelamatan dengan memotong tali yang mengikat leher korban.

Baca: Jelang UNBK Tingkat SMP, Kadisdik Banjarbaru Minta Para Siswa Belajar Maksimal dan Berdoa

"Setelah tubuh korban diangkat, korban sudah meninggal dunia, lalu melaporkan peritiwa itu ke Polsek Daha Selatan,"kata Gandhi.

Diberitakan sebelumnya, Mahran, pedagang pentol bakso tewas tergantung di ruang tamu rumahnya. Dia diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara memasang tali nilon dibatas kayu penyangga atap yang telah dia siapkan sebelumnya.

Peristwa itu pun membuat warga setempat geger. Warga tak menduga, pemuda yang dikenal baik, murah senyum dan suka menyapa siapapun yang dikenalnya itu mengakhiri hidup dengan cara tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved