Berita Banjar

Spanduk Bernada Satire Pileg dan Pilpres 2019 Muncul di Banjar Usai #2019GantiAnggotaDPRDBanjar

Spanduk Bernada Satire Pileg dan Pilpres 2019 Muncul di Banjar Usai #2019GantiAnggotaDPRDBanjar, Ini Fotonya

Spanduk Bernada Satire Pileg dan Pilpres 2019 Muncul di Banjar Usai #2019GantiAnggotaDPRDBanjar
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar di depan Gedung Juang, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (19/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Spanduk Bernada Satire Pileg dan Pilpres 2019 Muncul di Banjar Usai #2019GantiAnggotaDPRDBanjar, Ini Fotonya

Meski spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar masih terpasang di beberapa lokasi di Martapura, sejumlah spanduk lain bernada satire kembali terpasang.

Berbeda dengan spanduk #2019GantiAnggotaDPRDBanjar, Selamat Datang Para Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kampung Kami 5 Tahun 1 Kali, Silakan Anda Mengobral Janji.

Berbeda dengan spanduk #2019 Ganti Anggota DPRD Banjar yang terpasang di Kota Martapura dan sekitarnya, spanduk ini lebih menyasar masyarakat di lokasi terpencil.

Spanduk tersebut terpasang di Aranio, Kahelaan dan Sungaipinang yang jumlahnya diprediksi tidak kurang dari 10 lembar tersebar.

Baca: Alasan Pengusaha Rian Subroto Rela Bayar Vanessa Angel Rp 80 Juta Terkuak di Kasus Prostitusi Online

Baca: Ashanty Ngaku Stress Liburan di Turki Bareng Aurel, Azriel, Anang Hermansyah dan Keluarga Karena Ini

Baca: Perasaan Luna Maya dan Ariel NOAH Saat Bertemu di Ultah BCL Diungkap Aming, Ada Momen Berpelukan

Anggota KPU Banjar, Abdul Muthalib mengapresiasi spanduk-spanduk tersebut. Menurutnya baik, agar caleg lebih mengedepankan visi misinya.

Disinggung apakah masuk kategori kampanye hitam, secara tegas pria yang juga akrab disapa Azis ini mengatakan bahwa spanduk #2019Ganti Anggota DPRD Banjar dan spanduk serupa bukanlah kampanye hitam.

Begitu pula anggota KPU Banjar lainnya, M Zain. Pastinya spanduk-spanduk tersebut bukanlah APK dan sifata masyarakat menyampaikan uneg-unegnya. Selama pemasangannya tidak pada tempat yang dilarang, tidak ada yang melaporkn karena dianggap merugikan, dan bukan ujaran kebencian dan SARA.

“Maka kami serahkan kepada masyarakat, Bawaslu dan pihak terkait untuk menilainya,” tegasnya.

Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri mengatakan, spanduk-spanduk seperti #2019Ganti Anggota DPRD Banjar dan sejenisnya merupakan penyampaian pendapat masyarakat, bukan pelanggaran pemilu kalau dilihat dalam perspektif ketentuan kepemiluan, hak setiap orang menyampaikan pendapat.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved