Breaking News:

B Focus Pesisir

Pascatsunami dan Gempa Banten, Pengunjung Dua Pantai ini Sepi, Penduduk Sekitar Merasakan Dampaknya

Lesunya pengunjung pantai legenda di Kalsel, yaitu Pantai Takisung dan Batakan, kini dirasakan oleh para pengusaha di kawasan pantai setempat.

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (27/3/209) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Lesunya pengunjung pantai legenda di Kalsel, yaitu Pantai Takisung dan Batakan, kini dirasakan oleh para pengusaha di kawasan pantai setempat.

Kurangnya pengunjung di Pantai Takisung mulai dikeluhkan warga yang menyewakan payung-payung untuk berteduh pengunjung di tepi pantai.

Salah satu warga yang menyewakan payung adalah

Dia katakan, kini pengunjung jauh berkurang setelah kejadian gempa dan tsunami di Banten beberapa waktu lalu.

Jumlah pengunjung kini lebih sepi, meskipun di akhir pekan.

"Akhir pekan saja yang ramai," ujarnya.

Baca: Pesan Ayah Ahok Saat Ramai BTP dan Puput Nastiti Devi Liburan ke Sydney Ditulis sang Adik Bungsu

Baca: Maia Estianty Ikut? Mulan Jameela, Al Ghazali & Dul Jaelani Akan Jenguk Ahmad Dhani Sakit Asam Urat

Baca: Siasat Syahrini Dikira Sering Naik Jet Pribadi? Fakta Istri Eks Luna Maya, Reino Barack Terungkap

Baca: Pendeta Cantik Ditemukan Tewas, Terungkap Cerita Pilu Sebelum Melinda Zidemi Dibunuh Pria Bertopeng

Di Pantai Takisung tak ada tempat berteduh berupa pohon yang bisa menjadi pelindung pengunjung dari sinar matahari.

Jika ingin menikmati suasana pantai di tempat yang teduh, maka pengunjung biasanya menyewa payung-payung yang sudah disediakan.

"Sekarang sehari paling banyak 30 orang yang menyewa, itu dari pagi sampai sore, karena orang kan datang silih berganti. Sedangkan penyedia sewaan payung juga beberapa di sini," jelasnya.

Tak berbeda dengan Usai, pemilik warung di Pantai Batakan, Acil Inah, mengatakan pengunjung Pantai Batakan kini juga sangat sepi.

Pengunjung hanya banyak di akhir pekan.

Namun itupun jika sedang ada kegiatan.

Kondisi pantai yang kotor karena sampah dan warna air yang menghitam, sebutnya, membuat pengunjung malas bermain di pantai.

"Kami juga biasanya yang mengumpulkan, menyingkirkan sampah-sampah di pantai. Kalau kami tidak turut menjaga kebersihan, pengunjung tidak ada, usaha kami juga yang gulung tikar," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved