Berita Kabupaten Banjar

Atasi Kesenjangan Data di Instansi Sektoral, Diskominfo Banjar Gelar Ini

Data yang tersebar di instansi sektoral, kualitas data belum terjamin, ada kesenjangan data antara yang dibutuhkan dengan yang tersedia.

Atasi Kesenjangan Data di Instansi Sektoral, Diskominfo Banjar Gelar Ini
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Pelatihan Pengelolaan Data dan Statistik Sektoral di aula kantor Diskominfo Statistik dan Persandian Banjar di Martapura pada Rabu (27/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Data yang tersebar di instansi sektoral, kualitas data belum terjamin, ada kesenjangan data antara yang dibutuhkan dengan yang tersedia.

Terlebih di era otonomi sekarang ini, pemerindah daerah memiliki kewenangan yang lebih luas dalam mengatur berbagai aspek pembangunan.

Tentunya membutuhkan data dan informasi pembangunan secara komprehensif dan terpadu, data yang diperlukan tidak hanya ditingkat kabupaten, akan tetapi hingga tingkat wilayah terkecil. Berangkat dari situlah Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Pengelolaan Data dan Statistik Sektoral di aula kantor diskominfo statistik dan persandian Banjar pada Rabu (27/3/2019).

Acara sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian, Kabid Statistik dan Persandian Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, Ahmad Yunani, Kabid Informasi Komunikasi Publik, Eddy Elminsyah Jaya.

Baca: Mahasiswi Jadi Korban Aksi Penjambretan di Jembatan Merdeka Kota Banjarmasin, Ini Cerita Keluarganya

Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian menyampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Data dan Statistik Sektoral, penyediaan data untuk perencanaan pembangunan daerah masih menghadapi berbagai masalah.

“Ada kesenjangan data antara yang dibutuhkan dengan yang tersedia dan perubahan alur data sektoral sejak berlakunya otonomi daerah, sehingga mengakibatkan data sektoral ditingkat provinsi dan nasional, tidak lagi tersedia secara lengkap,” katanya.

Oleh sebab itulah pentingnya menggelar pelatihan statistik bagi aparat terbawah yakni RT dan pemerintah kelurahan atau desa yang diharapkan dapat mencari solusi yang optimal dalam memenuhi kebutuhan data yang lebih berkualitas dan valid untuk dimanfaatkan sebagai bahan dalam perencanaan pembangunan daerah, untuk menuju Kabupaten Banjar sejahtera dan barokah.

”Pelatihan yang diselenggarakan merupakan pelatihan pengelolaan data sektoral, yang meliputi data keseharian masyarakat, seperti peternakan, perkebunan, yang lebih mengarah kepada potensi kelurahan desa mereka, bukan data dasar seperti dari BPS," imbuhnya.

Baca: Kronologi Lengkap Kecelakaan Mobil Nissa XTRail Tabrak Pohon di Landasan Ulin, 1 Orang Meninggal

Lanjut Farid, melainkan melalui pelatihan tersebut, pihaknya berharap desa atau kelurahan memiliki data yang valid dan konkret pada potensi daerahnya masing-masing, untuk lebih ditumbuhkembangkan dengan SKPD terkait sebagai bahan dalam perencanaan pengembangan potensi desa kelurahannya.

Pelatihan pengolahan data adalah sebuah terciptanya jembatan antara penyedia data dengan pengguna data untuk mendiskusikan segi substansi, metodologi, konsep dan penjelasan teknis yang digunakan oleh masing masing Instansi atau SKPD.

Pada Pelatihan Pengelolaan Data dan Statistik Sektoral tersebut disampaikan oleh pemateri Kepala Seksi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Banjar, Firman Jati Putera dan Koordinator Statistik Kecamatan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banjar, Agung Dewi Permatasari serta dihadiri RT dan aparat Kelurahan Martapura Kota. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved