Berita HST

Ini Penyebab, BBM Jenis Premium Langka di HST, Polres Amankan Sepeda Motor Pelangsir

Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sulit didapat di SPBU yang ada di Hulu Sungai Tengah.

Ini Penyebab, BBM Jenis Premium Langka di HST, Polres Amankan Sepeda Motor Pelangsir
HO/Humas Polres HST
Polres HST mengamankan sepeda motor pelangsir saat razia di SPBU Sungai Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (25/3/2019) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sulit didapat di SPBU yang ada di Hulu Sungai Tengah.

Kalau pun ada itu hanya di tingkat pengecer. Harganya pun terlampau tinggi. Rata-rata pengecer akan menjual dari harga Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per liter.

Jelas harganya jauh di atas harga normal jika membeli di SPBU yang hanya Rp 6.450 per liter.

Mahalnya harga premium ini, disinyalir akibat sulitnya mencari premium di SPBU.
Jika premium tiba, biasanya para pelangsir akan langsung mengantre. Bahkan, tak jarang ada yang mengantre sebelum truk pengangkut premium tiba.

Alhasil, untuk mencagah kelangkaan premium, Polres HST melakukan razia di SPBU Sungai Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Senin (25/3/2019) lalu.

Baca: Waspada Kebakaran, Ratusan Warga Jalan Mangga, Kompleks Arrahim Lakukan Ritual Tolak Bala

Baca: Gubernur Kalsel Paman Birin Bikin Sejarah Panen Raya Padi di Tapin Malam Hari, Ini Alasannya

Baca: Ketua DPRD HST Minta Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Strategis (Renstra) Sesuai RPJMD

Penertiban ini dilakukan oleh Sat Samapta Polres Hulu Sungai Tengah. Hasilnya, satu unit mobil dan sembilan sepeda motor yang sudah dimodivikasi diamankan petugas.

Parahnya, semua sepeda motor tersebut tidak lagi berfungsi sebagai kendaraan. Bahkan, mesinnya sudah tidak berfungsi alias tidak menyala.

Agar sampai ke SPBU, para pelangair mendorongnya sampai ke SPBU.

Sepeda motor milik pelangsir BBM yang diamankan jajaran Polres HST.
Sepeda motor milik pelangsir BBM yang diamankan jajaran Polres HST. (HO/Humas Polres HST)

Sayangnya, meski didapati kendaraan dengan modifikasi untuk melangsir premium. Tak ada satu pun pelangsir yang berhasil diamankan.

Semua pangsir berhasil kabur meninggalkan sepeda motornya. Alhasil,
petugas hanya mengamankan barang bukti tersebut ke Polres HST.

Kapolres HST, AKBP Sabana Atmojo, mengatakan bahwa kegiatan ini atas tindaklanjut dari keluhan masyarakat terkait aksi para pelangsir yang sangat meresahkan.

Dikatakannya, kegiatan ini akan terus digelar di semua SPBU yang ada di kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mengantisipasi kelangkaan BBM jenis premium.

"Para pelangsir dapat dengan dikenakan pasal 53 huruf b UU Nomor 22 tahun 2001 karena melakukan pengangkutan BBM secara ilegal tanpa izin usaha pengangkutan. Pelangsir juga dapat dipidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 40 miliar," katanya Kamis (28/3/2019). (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved