Berita Kabupaten Banjar

Oknum Caleg Kerahkan Pambakal Rebut Suara, Kadis PMD Banjar Minta Kepala Desa Netral

Camat Kertakhanyar, Harun Alrasyid ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah jelas bahwa sebagai ASN haruslah bersikap netral dalam Pemilu serentak 2019.

Oknum Caleg Kerahkan Pambakal Rebut Suara, Kadis PMD Banjar Minta Kepala Desa Netral
BANJARMASINPOST.co.id/isti rohayanti
Para relawan pelipata surat suara untuk Pemilu 2019 nampak sibuk melaksanakan tugasnya di Kantor KPU Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Konstelasi pemilihan anggota legislatif 2019 di Kabupaten Banjar makin panas. Oknum caleg sebagai kontestan berupaya merebut suara dengan menggandeng kepala desa atau Pambakal, bahkan mengerahkan pambakal untuk mencari dukungan.

Modus beragam, mulai dari mengumpulkan para pambakal untuk mendapatkan pembekalan di salah satu rumah makan di Jalan A Yani kilometer 11 Kertakhanyar Kabupaten Banjar. Kepala desa yang habis masa jabatan 17 Januari 2019 tetap dijadikan staf biasa, namun kini sudah dibatalkan dengan terbitnya SK Bupati Banjar, H Khalilurrahman.

Seperti di Kertakhanyar, Pambakal di Kertakhanyar yang habis masa jabatannya sempat dijadikan staf kaur di antaranya, Manaraptengah, Manarapbaru, Mekarraya, Kertakhanyar 2, Banuahanyar, Pemangkihlaut. Badan Permusyawatan Desa (BPD) sempat bingung karena diminta memuat usulan agar pambakal yang habis masa jabatannya tersebut dijadikan staf kaur.

Modus lainnya adalah meminta bantuan pambakal mengumpulkan KTP, kemudian dijadikan tim sukses sehingga waktu serangan fajar tidak masuk money politik karena mereka tim sukses yang sudah terdaftar.

Baca: Ashanty dan Krisdayanti Bahas Tentang Calon Suami Aurel Hermansyah, Bagaimana Anang Hermansyah?

Camat Kertakhanyar, Harun Alrasyid ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah jelas bahwa sebagai ASN haruslah bersikap netral dalam Pemilu serentak 2019.

Dirinya membantah bahwa ada beberapa pambakal yang habis masa jabatannya dijadikan staf kaur atau staf biasa, tetapi saat itu masih menjabat sembari menunggu terbitnya SK Bupati yang menyatakan semua dijabat ASN Kecamatan sebagai Pj kepala desa.

"Tidak benar, karena ada terbit SK Bupati Banjar, kini staf kaur diisi oleh ASN Kecamatan, Jadi mereka sudah masyarakat biasa bebas tentukan pilihan karena bukan kades lagi," tegasnya.

Pambakal Mandikapao Karangintan, Abdul Basit mengatakan, untuk di Kecamatan Karangintan dipastikannya tidak ada caleg yang mengerahkan kepala desa untuk mendulang suara. Ditegaskannya bahwa sudah sangatlah jelas sebagai Pambakal haruslah bersikap netral.

“Sudah jelas aturannya bahwa seorang Pambakal netral, baik sebagai ketua partai apalagi tim sukses caleg” tegasnya.

Baca: Uji Coba Barito Putera Vs Borneo FC, Jacksen Boyong 20 Pemain ke Samarinda, Minus Rafael

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (PMD) Kabupaten Banjar, H Aspihani mengatakan, jabatan kepala desa atau pambakal merupakan ASN non PNS. Pambakal dipilih langsung oleh masyarakat dan mendapat dukungan dari masyarakat.

"Tetapi harus menjaga netralitas dalam pileg dan pilpres. Sedapat mungkin sebagai pambakal menjaga hubungan baik dengan masyarakat, tentunya pula harus menjalin silaturahmi dengan semua caleg namun ditegaskan ada batasan tidak berbenturan dengan aturan," katanya.

Dirinya menyadari, bahwa seorang pambakal juga sebagai manusia biasa, tentu ada menerima silaturahmi dari caleg. Kembali ditegaskannya, seorang pambakal hanya bisa menerima silaturahmi dan sebatas mendoakan saja, tidak bisa melangkah terlalu jauh apalagi melanggar aturan.

Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri mengatakan, aturan dalam Undangundang Nomor 7 tahun 2017 sudah diatur terkait hal tersebut. Ada beberapa pihak yang menurut ketentuan pasal 280 ayat 1 dan 2 dilarang diikut sertakan sebagai pelaksana kampanye dan tim kampanye, salah satunya adalah kepala desa.

“Delik pidananya berpotensi melanggar ketentuan pasal 490 dan 493, dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda 12 juta,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved