KPK OTT Anggota DPR RI

Bowo Diduga Sudah Beberapa Kali Menerima Suap, Partai Golkar Langsung Mengambil Tindakan ini

ANGGOTA DPR Bowo Sidik Pangarso diduga KPK tidak hanya kali ini saja menerima suap.

Bowo Diduga Sudah Beberapa Kali Menerima Suap, Partai Golkar Langsung Mengambil Tindakan ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (29/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - ANGGOTA DPR Bowo Sidik Pangarso diduga KPK tidak hanya kali ini saja menerima suap.

Setidaknya ada tujuh kali penerimaan suap yang dilakukan Bowo.

"Diduga penyerahan uang tersebut merupakan realisasi penerimaan ketujuh yang telah menjadi komitmen sebelumnya," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya.

KPK menduga sebelumnya telah terjadi 6 kali penerimaan di berbagai tempat seperti di rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK sejumlah Rp 221 juta dan USD 85.130.

KPK menduga penerimaan suap berkaitan erat dengan pencalegan.

Bahkan uang diduga dari hasil suap itu diduga untuk kepentingan serangan fajar Pemilu 2019.

"KPK sangat menyesalkan kejadian ini karena diduga anggota DPR RI yang sedang mencalonkan diri dari daerah pemilihan Jateng II pada Pemilu 2019 justru terlibat korupsi," ujarnya.

Baca: Maia Estianty Samakan Nasib Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Saat Dirinya Jadi Istri Ahmad Dhani?

Baca: Sambil Menangis Anggota DPR RI ini Memeluk sang Anak, Ketua RT Sebut Warganya Orang Baik

Baca: Janji Luna Maya Pada Reino Barack, Suami Syahrini Saat Putus Terungkap Saat Ditanya Raffi Ahmad

Baca: Nyinyir ke Syahrini & Reino Barack Hingga Gisel & Wijaya Saputra, Nikita Mirzani Malu ke Pria Ini

Baca: Motif & Kronologi Pelaku Pembunuhan Pendeta Cantik Melinda Zidemi, Polisi Ungkap Sosok Pelaku

Dan akibat dugaan suap tersebut, Partai Golkar langsung bertindak.

Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk F Paulus menjelaskan mereka mengambil keputusan tegas dengan memberhentikan Bowo dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat Golkar.

Bowo menjabat Ketua bidang pemenangan pemilu Jawa Tengah I.

Selain itu, Bowo juga segera diproses pergantian antar waktu atau PAW sebagai anggota DPR.

"Partai Golkar telah mengambil langkah-langkah organisasi yang tegas sesuai dengan AD/ART untuk memberhentikan saudara Bowo Sidik Pangarso sebagai pengurus DPP Golkar sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I dan jabatan lainnya yang terkait Partai Golkar, termasuk memproses pergantiannya sebagai anggota DPR RI Fraksi Golkar," kata Lodewijk.

Sebagai gantinya Golkar menunjuk Ketua Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Nusron Wahid.

"Jadi tentunya kita tidak ingin sebagai kader Golkar berpengaruh, sehingga tadi malam kita ambil langkah-langkah antisipatif, di antaranya kita tahu di dapil yang bersangkutan ada Ketua Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan, Pak Nusron Wahid, tadi malam beliau dipanggil Pak Ketum (Airlangga Hartarto) dan diberi arahan," kata Lodewijk Paulus.

"Artinya, untuk sementara, jabatan Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Jateng I akan diambil alih oleh Pak Nusron sebagai Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan," lanjutnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved