KPK OTT Anggota DPR RI

Kasus ini yang Menjerat Anggota DPR RI, KPK Amankan Uang Rp 8 Miliar dalam 84 Kardus

Pada Kamis (28/3) malam Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka berkaitan dengan suap dalam pelaksanaan

Kasus ini yang Menjerat Anggota DPR RI, KPK Amankan Uang Rp 8 Miliar dalam 84 Kardus
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (29/3/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pada Kamis (28/3) malam Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka berkaitan dengan suap dalam pelaksanaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

"BSP diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkutan yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton," kata Basaria.

Dia diduga menerima suap dari PT HTK.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan tiga orang tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis.

Baca: Tangis Anggia Chan ke Vicky Prasetyo Saat Momen Persembahan Cinta, Nasib Angel Lelga?

Baca: Sambil Menangis Anggota DPR RI ini Memeluk sang Anak, Ketua RT Sebut Warganya Orang Baik

Baca: Bukan Karena Luna Maya, Rumah Tangga Syahrini & Reino Barack Disebut Bakal Hancur Oleh Sosok Ini

Baca: Ayu Ting Ting Ungkap Kriteria Calon Suami, Sesuai Ivan Gunawan, Kriss Hatta Hingga Raffi Ahmad?

Baca: Muzdalifah Dilamar Fadel Islami, Ini Sosok Calon Suami Mantan Istri Nassar

KPK malam itu menangkap sejumlah orang yakni Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti (AWI), Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia, Selo, termasuk Indung (IND), dan Manto (MT) dari bagian keuangan PT Inersia.

Berdasar hasil pemeriksaan, Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama Indung selaku swasta.

Selain itu, sebagai pemberi suap ditetapkan sebagai tersangka yaitu Asty Winasti.

Indung diduga KPK sebagai perantara suap untuk Bowo.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bowo itu, KPK menyita duit Rp 8 miliar yang terbagi dalam 84 kardus.

“Tim bergerak menuju sebuah kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp 8 miliar dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop-amplop pada 84 kardus," ujar Basaria Pandjaitan.

Basaria mengatakan tim KPK mulanya mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang dari Asty kepada Indung di kantor PT HTK di gedung Granadi, Jalan Rasuna Said.

Indung yang diduga orang kepercayaan Bowo menerima uang dari AWI sejumlah Rp 89,4 juta pada Rabu (27/3) sore di di kantor PT HTK.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved