Berita Tanahbumbu

Kisah Warga Mentewe Kabupaten Tanahbumbu yang Bergantung BTS Sejauh 7 Kilometer Demi Sinyal Gadget

Kisah Warga Mentewe Kabupaten Tanahbumbu yang Bergantung BTS Sejauh 7 Kilometer Demi Sinyal Gadget

Kisah Warga Mentewe Kabupaten Tanahbumbu yang Bergantung BTS Sejauh 7 Kilometer Demi Sinyal Gadget
banjarmasinpost.co.id/ibrahim
warga desa ke gunung mencari sinyal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kisah Warga Mentewe Kabupaten Tanahbumbu yang Bergantung BTS Sejauh 7 Kilometer Demi Sinyal Gadget

Zaman serba canggih, bahkan dengan teknologi sekarang ini hanya menggunakan telepon android dengan mudah mengakses informasi. Namun tidak bagi warga Desa Sarimulya, Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu.

Tidak tanggung-tanggung susahnya mengakses informasi melalui teknologi canggih (handphone) diera serba menggunakan sistem digitalisasi sekarang ini, terjadi sejak berdirinya kabupaten yang berjuluk Bumi Bersujud tersebut.

"Sinyal susah sejak Tanahbumbu belum berdiri sampai sekarang. Desa Sarimulya (tempat aku saat ini) 23 kilometer dari Batulicin," kata Muhyar salah seorang warga, Jumat (29/3/2019).

Kepada banjarmasinpost.co.id, Muhyar menambahkan, jangankan mengakses informasi melalui internet. Menggunakan aplikasi WhatsApp pun susah.

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs Tira Persikabo Piala Presiden 2019 Sore Ini

Baca: Nyinyir ke Syahrini & Reino Barack Hingga Gisel & Wijaya Saputra, Nikita Mirzani Malu ke Pria Ini

Baca: Ayu Ting Ting Ungkap Kriteria Calon Suami, Sesuai Ivan Gunawan, Kriss Hatta Hingga Raffi Ahmad?

Baca: Jadwal FP 1 & FP 2 MotoGP Argentina 2019 Live Trans 7 Malam Ini, Kenangan Insiden Rossi vs Marquez

"Kalau menggunakan telpon bisa, cuman putus-putus. Itupun hanya di posisi tertentu dan agak bagus jaringannya," keluh Muhyar.

Tidak bisa maksimal menggunakan fasilitas komunikasi melalui telepon selular tidak kecuali Muhyar, warga Sarimulya lainnya selama ini hanya mengandalkan jaringan dari BTS (Base Transceiver Station) di Blok A1, Karang Bintang yang berjarak 7 kilometer.

"Ada sih BTS baru dibangun di daerah Sepakat yang berjarak tiga kilometer. Tapi tidak berpengaruh juga, msh susah jaringan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia sangat berharap pemerintah daerah. Terlebih perusahaan operator selular menambah BTS.

"Sekarang serba online. Terutama guru-guru sering kesulitan menginput data yang berhubungan pendidikan. Ya kalau mampu mungkin tinggal beli antena wifi. Yang tidak mampu kasihan harus keluar dari kampung baru bisa akses internet," pungkas Muhyar.

Kendati tidak sedikit warga mengeluhkan susahnya jaringan internet menggunakan ponsel di wilayah itu. Namun hingga belum ada upaya pemerintah menambah fasilitas untuk kenyamanan berkomunikasi.

Sementara hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi Diskominfo Tanahbumbu.

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved