Earth Hour, Laut Indonesia Bisa Pasok Listrik se-Asia Tenggara

Anda tentu sudah tidak asing dengan gerakan mematikan lampu selama satu jam di hari sabtu bulan Maret, bukan?

Earth Hour, Laut Indonesia Bisa Pasok Listrik se-Asia Tenggara
Banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Suasana Hari Bumi atau Earth Hour di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, matikan lampu selama satu Jam. 

"Temuan kami menunjukkan bahwa manfaatnya sangat besar sehingga kita seharusnya mempercepat transisi ke angin, air, dan matahari, dan menghentikan sistem bahan bakar fosil di mana saja yang kita bisa," kata salah satu anggota tim, Mark Delucchi dari University of California, Berkeley.

Dilansir dari Science Alert 24 Agustus 2017, para ilmuwan mencatat perubahan penggunaan energi akan menciptakan 24 juta lapangan pekerjaan baru.

Penguranan energi fosil juga dapat mengurangi angka kematian prematur akibat polusi udara sebesar 4,6 juta korban jiwa setiap tahunnya.

Tak hanya mengurangi angka kematian prematur, pengunaan energi dari panel surya dan ladang angin juga bisa mengubah Gurun Sahara menjadi hijau.

Para ilmuwan memperkirakan kedua struktur tersebut bisa membawa hujan ke padang pasir.

Itu berarti bisa memperbaiki kondisi beberapa wilayah paling tidak ramah di dunia tersebut.

Mereka yakin dengan menyusun sejumlah besar turbin angin dan panel surya di Gurun Sahara bisa mengubah reflektifitas tanah dan pergerakan arus udara.

Dalam laporan di jurnal Science, para peneliti menyebut bahwa ladang angin akan mencampur udara yang lebih hangat dari atas dengan yang lebih dingin di bawah.

Selain itu, panel surya akan mencegah sinar matahari agar tidak dipantulkan kembali ke atmosfer.

Efek-efek tersebut memiliki potensi untuk mengubah iklim lokal.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved