Berita HSS

Pengemudi Scoopy Tewas Tabrak Truk Pengangkut Semen di Kandangan, Tubuh Korban Sempat Nyangkut

Korban yang menggunakan scoopy warna putih tersebut tewas di tempat, setelah menabrak sebuah truk angkutan semen, yang berhenti akibat bocor ban.

Pengemudi Scoopy Tewas Tabrak Truk Pengangkut Semen di Kandangan, Tubuh Korban Sempat Nyangkut
HO/Humas Polres HSS
Posisi sepeda motor korban dan korban (tertutup daun) usai tertabrak truk triller yang berhenti di tepi Jalan A Yani, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, HSS, Minggu (31/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - ‎Malang menimpa H Fauzi (35), warga Desa Pakuan Timur Rt 004 Rw 002 Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Hidupnya berakhir di jalan raya nasional, Jalan Jenderal Sudirman, Kilometer 6 Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, HSS, Minggu (31/3/2019) pukul 05.30 Wita.

Korban yang menggunakan scoopy warna putih tersebut tewas di tempat, setelah menabrak sebuah truk angkutan semen, yang sedang berhenti akibat mengalami bocon ban.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka robek menganga yang melintang di bagian dahi. Bahkan, sebagian otak dalam kepalanya keluar.

Posisi korban usai tertabrak sepeda motor bagian depannya tersangkut di bagian belakang truk trailer volvo dengan nomor pelat B 9695 BEH tersebut. Sedangkan tubuhnya terhempas jatuh setelah membentur belakang truk.

Baca: Kepala BKD dan SDM HST Sebut Belum Ada Kabar Soal Penerimaan PPPK dari BKN Pusat

Korban saat dievakuasi anggota Satlantas Polres HSS bersama warga tak bernyawa lagi. Sedangkan sopir truk, Ahmad Taufik (28) warga Jalan Kampung Karangan Rt 3 Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru tidak mengalami luka.

Kapolres HSS AKBP Dedi Eka Jaya, melalui Kasat Lantas AKP Apriansa yang dikonfirmasibanjarmasinpost.co.id, menjelaskan, sebelum peristiwa tersebut terjadi, mobil truk melaju lurus dari arah Kandangan menuju Banjarmasin. Tepat di kilometer 6 Jalan Sudirman, Sungai Raya tersebut, truk dikemudikan Taufik mengalami kebocoran ban belakang.

"Sopir truk berhenti untuk mengganti ban. Selang waktu satu setengah jam, melaju sepeda motor honda scoopy warna krem silver Pelat DA 6688 DAR dikendarai H Fauzi,"jelas Apriansa.

Posisi sepeda motor korban dan korban (tertutup daun) usai tertabrak truk triller di tepi Jalan A Yani, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, HSS, Minggu (31/3/2019).
Posisi sepeda motor korban dan korban (tertutup daun) usai tertabrak truk triller di tepi Jalan A Yani, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, HSS, Minggu (31/3/2019). (HO/Humas Polres HSS)

Disebutkan, saat itu korban melaju lurus dari arah Kandangan menuju Rantau. Diduga mengemudi dengan kecepatan tinggi, korban tak menyadari bahwa truk itu sedang berhenti, hingga diapun langsung menabrak bagian belakang trailer tersebut dengan keras.

Baca: Hutama Berharap Proses Pertek NIP Berjalan Lancar, Maulana Pilih Resign Menanti CPNS

Tubuhnya terjatuh ke aspal samping kiri motor, setelah sebelumnya bagian muka dan kepala membentur buritan truk. Warga yang mendengar benturan keras tersebut berhamburan, dan mencoba memberi pertolongan.

Namun, kondisi korban sudah tak tertolong lagi, dan korban akhirnya dievakuasi anggota Satlantas dan warga setempat, ke rumah sakit menggunakan ambulans. Setelah divisum, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga di Pakuan Timur, Telaga Langsat.

Pihak Salantaspun telah memintai keterangan saksi-saksi, sopir dan mobil truk dibawa ke Mapolres. Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir Rp 5 juta di pihak korban meninggal dunia.

Petugas Satlantas Polres HSS  dan warga saat mengevakuasi jenazah korban di lokasi kejadian.
Petugas Satlantas Polres HSS dan warga saat mengevakuasi jenazah korban di lokasi kejadian. (HO/Humas Polres HSS)

Baca: Dihsub Tanahlaut Bakal aktifkan Lagi Angkutan Kota (Angkot) di Pelaihari

Mengenai penyebab korban tertabrak belakang truk berhenti tersebut, menurut Kasatlantas diduga karena waktu kejadian subuh tersebut minim penerangan jalan. Sementara sopir tak memasang rambu segitiga tanda pengaman, dan hanya menyalakan obor.

"Untuk sementara diduga karena waktu kejadian subuh. Tanda bahwa mobil berhenti sopir memang menyalakan lampu hazard, tapi mati sebelah,"kata Apriansa. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved