Temuan Mayat di Manarap

Mayat di Semak Manarap, Tenyata Eko Warga Pengayuan Lianganggang, Sehari-hari Tukang Cat

Warga kawasan Manarap, Jalan Ahmad Yani km 8, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar dibuat geger adanya temuan mayat di semak-semak, Selasa malam.

Mayat di Semak Manarap, Tenyata Eko Warga Pengayuan Lianganggang, Sehari-hari Tukang Cat
istimewa
Warga Jalan Manarap Km 8, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar menemukan sesosok mayat di semak-semak, Selasa (2/4/2019) malam sekitar pukul 19.35 Wita 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KERTAK HANYAR - Warga kawasan Manarap, Jalan Ahmad Yani km 8, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar dibuat geger adanya temuan mayat di semak-semak, Selasa (2/4/2019) malam sekitar pukul 19.35 Wita.

Kapolsek Kertak Hanyar, Iptu Prastya YWS, melalui Kanit Reskrimnya, Ipda Cahyo Sogiono mengagakan, setelah mendapatkan laporan, mayat langsung dievakuasi dari tempat semula ditemukan dan ditaruh di dalam mobil ambulan.

Disebutkannya, semula mayat bercelana pendek itu akan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun ternyata ada warga yang mengenalnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Kertak Hanyar, nama lengkap korban adalah Eko Juono (34), pekerjaan sehari-hari sebagai tukang cat.

Korban warga jurusan Pelaihari Km 26 RT02, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang Banjarbaru.

Baca: BREAKING NEWS : Geger Temuan Mayat di Manarap Kertak Hanyar

Baca: Temuan Mayat di Manarap Kertak Hanyar, Diduga Warga Pengayuan Lianganggang

Kronologi kejadian, benar pada hari ini Selasa (2/4/2019) malam telah ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia yang mana sebelumnya korban dan saksi Ubai (40) sama-sama bekerja sebagai tukang cat di Perumahan Kompleks Alam Baru Mandiri.

Sekitar pukul 15.00 Wita korban mengecat tembok rumah di bagian luar, dan saksi mengecat di dalam kamar. Kemudian sekitar pukul 16.00 Wita, korbank tidak kelihatan, namun sepeda motor korban masih ada.

Setelah dilakukan pencarian dan sekitar pukul 19.00 Wita ditemukan mengambang di dalam air tepatnya di depan rumah dan ketika diangkat korban sudah meninggal dunia.

Setelah itu korban diantar ke pihak keluarganya dan pihak keluarga membuat surat pernyataan bahwa menolak untuk dilakukan visum karena pihak keluarga sudah mengikhlaskannya. Menurut keterangan istri korban bahwa selama ini korban mengidap penyakit ayan. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved