Berita Tanahlaut

Disebut Bakal Buka Lahan Baru, ini Tanggapan Perusahaan Tambang Jorong

Adanya isu terkait perusahaan tambang di Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan yang menambah luasan konsesi tambangnya

Disebut Bakal Buka Lahan Baru, ini Tanggapan Perusahaan Tambang Jorong
banjarmasinpost.co.id/milna sari
KTT PT JBG I Gede Widiada 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Adanya isu terkait perusahaan tambang di Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan yang menambah luasan konsesi tambangnya seiring dengan diperpanjangnya kontrak perusahaan ditepis PT Jorong Barutama Greston selaku perusahaan tambang di Jorong yang baru saja mendapatkan perpanjangan kontrak.

Perluasan lahan tambang PT JBG terang Kepala Teknik Tambang di PT JBG, I Gede Widiada tidak benar.

Pihaknya hanya mendapatkan perpanjangan kontrak untuk menggarap lahan yang ada selama ini tanpa ada penambahan luasan.

"Katanya kami menambah luasan, ada juga yang mengatakan lokasi baru, itu tidak benar, kami masih bekerja di lahan yang sama sebelum perpanjangan kontrak," tegasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (3/4/2019).

PT JBG terangnya hanya melakukan pendalaman dan tidak ada perluasan.

Sesuai dengan luasan yang dikerjakan beberapa tahun lalu PT JBG melakukan penambangan sekitar 1.600 hektare sedangkan konsesi yang dimiliki PT JBG sekitar 2.500 hektare.

Baca: Penampilan Tak Biasa Ayu Ting Ting Saat Umrah, Teman Ivan Gunawan-Mantan Shaheer Sheikh Pakai Ini

Baca: Suami Dipenjara, Sherrin Tharia Istri Zumi Zola Banting Tulang Sendiri & Jual Ini Demi Hidup Anaknya

Baca: Syahrini dan Reino Barack Bersama 3 Anaknya Muncul di Video, Eks Luna Maya Disorot di Iklan Pertama

Baca: Beda Maia Estianty dan Mulan Jameela Saat Unggah Kata Bijak, Istri Ahmad Dhani Lakukan Ini

"Luasan penambangan kita hanya sekitar 1.600 hektare, itu sudah termasuk fasilitas penunjangnya, kalau resmi tambangnya hanya sekitar 600 hektare saja," tambahnya.

Sementara terkait target produksi penambangan, ucap I Gede Widiada, pada 2019 ini ada sekitar 1,75 juta per tahun.

Target ini menurun pada tahun-tahun berikutnya.

Terlebih sebut Gede perpanjangan kontrak lebih menitikberatkan pada penyelesaian pemenuhan kewajiban dalam pengelolaan lingkungan.
Sebutnya memang pemenuhan kewajiban selama ini belum optimal karena terkendala pendanaan, dimana yang didapat dari usaha pertambangan mengalamai kendala teknis karena faktor alam.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved