Kalsel Bergerak

Menko Polhukam Wiranto Resmikan Prasasti Penyiaran di Kalsel

Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-86 tahun 2019, yang diselenggarakan di Kalsel menjadi sejarah bagi penyiaran di Indonesia.

Menko Polhukam Wiranto Resmikan Prasasti Penyiaran di Kalsel
HO/Humas Pemprov Kalsel
Menko Polhukam Wiranto dan Kepala KPI Pusat, Yuliandre Darwis,PhD didampingi Sekretaris Daerah Prov Kalsel Drs H Abdul Haris,MSi menandatangani prasasti penyiaran, Selasa (2/4/2019) di Hotel G'Sign. 

BANJARMASIN{POST.CO.ID, BANJARMASIN - Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-86 tahun 2019, yang diselenggarakan di Kalsel menjadi sejarah bagi penyiaran di Indonesia.

Dalam peringatan HARSIARNAS ke-86 ini dideklarasikan Dari Kalimantan Selatan, Indonesia Menyiarkan Baik dan disematkan dalam bentuk prasasti penyiaran yang akan ditempatkan di Tugu 0 Km di Banjarmasin.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, l H Wiranto dan Kepala KPI Pusat, Yuliandre Darwis,PhD yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Prov Kalsel, Drs H Abdul Haris,MSi menandatangani prasasti penyiaran tersebut, Selasa (2/4) di Hotel G'Sign.

Menkopolhukam Wiranto yang hadir dan menjadi keynote speaker, serta membuka secara resmi Seminar Nasional KPI 2019.

Dalam arahannya, Wiranto mengatakan pentingnya peran KPI dalam menjaga persatuan, dengan menyajikan penyiaran yang sehat dan berkualitas.

"Merawat persatuan kewajiban mutlak dari seluruh warga Indonesia, organisasi kemasyarakatan, termasuk dari Komisi Penyiaran Indonesia" ujarnya.

Menkopolhukam Wiranto yang hadir dan menjadi keynote speaker, serta membuka secara resmi Seminar Nasional KPI 2019.
Menkopolhukam Wiranto yang hadir dan menjadi keynote speaker, serta membuka secara resmi Seminar Nasional KPI 2019. (HO/Humas Pemprov Kalsel)

Ditegaskan Wiranto, dengan menjaga persatuan maka akan bisa membangun bangsa dan memajukannya.

Dicontohkan Wiranto, bagaimana Vietnam yang dulu berperang antar bangsanya sendiri, kemudian bisa didamaikan dan hasilnya pembangunan yang pesat. Contoh lainnya adalah negara Jerman yang dulu dipisahkan tembok Berlin, yang memisahkan antara Jerman Barat dan Jerman Timur, kemudian bisa bersatu dan bisa menjadi negara maju.

Ada juga negara yang tidak bisa menjaga persatuan sehingga menimbulkan perang saudara, seperti di Irak, Libya, Afganistan.

"Kawal persatuan yang menjadi nafas Indonesia, mari kita jaga persatuan di negeri yang bhineka ini" ajaknya.

Terkait tagline Dari Kalsel Indonesia Menyiarkan Baik, dijelaskan Kepala KPI Yuliandre, merupakan komitmen dari seluruh lembaga penyiaran untuk menyiarkan hal baik, khususnya pada tahun politik 2019 ini.

"Tagline ini merupakan komitmen dari seluruh lembaga penyiaran dan seluruh lembaga penyiaran di Indonesia yang berkumpul pada momentum HARSIARNAS ini, dan jadilah tagline Dari Kalsel Indonesia Menyiarkan Baik dapat diwujudkan di tempat ini, di Kalsel,” jelas Yuliandre.

Ditambahkan Yuliandre, tagline ini juga sejalan dengan kondisi saat ini, di mana media mainstream seperti televisi dan radio, masih menjadi lembaga penyiaran terpercaya oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi atau berita terbaru, yang dapat dipastikan bukan hoax atau berita bohong.

“Apalagi lembaga penyiaran sudah memiliki pengawas resmi yakni KPI, yang dapat menjamin keabsahan informasi yang disampaikan. Sementara media lainnya, khususnya media online, belum memiliki lembaga pengawas tersendiri,” tambahnya. (AOL /*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved