Berita Banjar

Banjar Mulai Ujicoba Smart Lamp, tapi Begini Risikonya

Sedikitnya 20 unit smart lamp telah dipasang di tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di kanan kiri Jalan A Yani, Martapura.

Banjar Mulai Ujicoba Smart Lamp, tapi Begini Risikonya
istimewa/AKHMAD BAYHAQIE
SMART LAMP - Petugas memasang smart lamp di kawasan Jalan A Yani, Martapura, di depan kantor Bupati Banjar, akhir pekan tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ujicoba smart lamp atau lampu pintar mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Sedikitnya 20 unit telah dipasang di tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di kanan kiri Jalan A Yani, Martapura. Tepatnya di depan kantor bupati dan sekitarnya.

Selama dua hari pada akhir pekan tadi, petugas Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Banjar bersama pihak vendor memasang lampu pintar tersebut. Kamis (04/04/2019), teknisinya dstang guna mengajari cara pengoperasiannya.

"Smart lamp itu pengoperasiannya melalui smartphone. Ada aplikasi khusus yang berfungsi sebagai pengendali seperti untuk menghidupkan dan mematikan," beber Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Disperkim Banjar, Akhmad Bayhaqie, Kamis (04/04/2019).

Baca: Dewi Persik Meriahkan Kampanye Akbar Partai Golkar, Ajak Paman Birin Nyanyikan Dua Lagu

Baca: LIVE INDOSIAR! Jadwal & Prediksi Kalteng Putra vs Arema FC di Leg 2 Semifinal Piala Presiden 2019

Baca: Terungkap Bisikan Melaney Ricardo Pada Iis Dahlia Saat Bicarakan Syahrini dan Reino Barack

Baca: Jadwal Perempatfinal Liga Champions Live di RCTI - Ada Man United vs Barcelona & Ajax vs Juventus

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini mengatakan smart lamp merupakan teknologi yang cukup luar biasa. Pasalnya mampu menghemat serapan listrik hingga 50 bahkan 70 persen.

"Di Jogja mereka sudah menerapkan pada 25 ribu titik PJU. Hasilnya luar biasa, semula tiap bulan bayar rekening listriknya sebesar Rp 1,2 miliar, lalu turun hanya menjadi Rp 600-an juta saja," beber Bayhaqie.

Di Kabupaten Banjar, sebutnya, jumlah PJU sebanyak 3.000 titik. Selama ini biaya tagihan rekening listrik sebulan sekitar Rp 800-900 juta. Jika semuanya diganti dengan smart lamp, tagihan bakal susut menjadi hanya sekitar Rp 400 juta.

"Apalagi smart lamp tersebut tahan lama. Masa garansinya selsma ensm tahun," bebernya.

Meski sangat efisien, namun pihaknya belum berani mengajukan usulan pengadaan smart lamp tersebut. Pasalnya, sekarang masih dalam tahap ujicoba pada rentang waktu beberapa bulan mendatang. Harga unitnya pun lumayan mahal yakni sekitar Rp 4 juta.

"Jika ternyata memang bagus, lancar tanpa kendala, tentu sangat recomanded. Namun tentu penerapannya dalam jumlah besar tetap perlu pertimbangan, terutama anggaran pengadaan maupun hal lainnya seperti bagi hasil pajak," sebut Bayhaqie.

Sekadar diketahui, terkait rekening PJU, pemerintah daerah memang mendapatkan bagi hasil pajaknya dari PT PLN. Angkanya lumayan besar.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved