Berita Tapin

Bupati Arifin Apran Ingin Beras Hasil Panen Petani Tapin Dikemas dan Dipasarkan ke Minimarket

Menurut Arifin Arpan, beras kemasan asal dari Kabupaten Tapin dapat dipasarkan di pasar modern, seperti mini market, misalnya beras Tapin Tamasa.

Bupati Arifin Apran Ingin Beras Hasil Panen Petani Tapin Dikemas dan Dipasarkan ke Minimarket
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Bupati Tapin HM Arifin Arpan berharap hasil panen petani menjadi beras organik dan dikemas di Aula Bangkinang, Balai Besar Penyuluhan Pertanian Binuang, Kamis (4/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bupati Tapin HM Arifin Arpan berkeinginan hasil produksi pertanian padi di Kabupaten Tapin tidak lagi dijual keluar daerah. Pemerintah Kabupaten Tapin yang akan menampung untuk dikemas menjadi beras organik. 

Itu disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Tapin saat membuka  membuka rapat koordinasi sinkronisasi program pertanian Pemerintah Kabupaten Tapin dengan pemangku kepentingan dan para anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapin di Binuang, Kamis (4/4/2019). 

Lokasi pertemuan berlangsung di Aula Bangkinang, Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, di Jalan Nasional Km 85 Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin, Wagimin dalam laporannya mengaku pertemuan itu diikuti ratusan penyuluh pertanian untuk membahas berbagai program dan menyinkronkan program pertanian Pemerintah Kabupaten Tapin dengan program HKTI Kabupaten Tapin. 

Baca: Bawa 26 Paket Sabu, Buruh Ini Dicokok Petugas Subid 1 Ditnarkoba Polda Kalsel Saat Trahsaksi

Baca: BumDes Harus Gali Potensi Desa Sebagai Peluang Usaha, Bermitra dengan Masyarakat

Bupati Tapin HM Arifin Arpan berharap muncul sebuah hasil dari pertemuan tersebut. Sementara ini sudah ada yang tiga kali tanam di Kecamatan Bungur, jelasnya.

Diakuinya sebagian besar lahan pertanian padi dua kali tanam. Hanya saja Pemerintah Kabupaten Tapin mengerti harga gabah memang belum bagus.

"Ada keinginan saya dan pak Wakil Bupati Tapin kedepannya akan mencoba produk pertanian padi di Kabupaten Tapin jangan sampai keluar daerah. Tapi kita olah menjadi beras organik yang dipaket dalam kemasan," katanya.

Menurut Arifin Arpan, beras kemasan asal dari Kabupaten Tapin dapat dipasarkan di pasar modern, seperti mini market, misalnya beras Tapin Tamasa.

"Kita akan tampung semua beras yang ada di pabrik untuk dikemas dan dipasarkan ke sejumlah minimarket," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengaku harga gabah di Kabupaten Tapin masih rendah dan belum sesuai dengan keinginan para petani padi.

Selain itu, HM Arifin Arpan berkeinginan pertemuan itu akan memunculkan para petani muda yang akan membangun pertanian di Kabupaten.

Baca: Perilaku Asli Syahrini Dibongkar Satpam Apartemen Eks Luna Maya Reino Barack, Hal Sepele Ini Disorot

Baca: Yahya Siap Bertugas di Kemenpora, SK CPNS Langsung Diserahkan Menpora Imam Nahrawi

Sebab, pertanian di Kabupaten Tapin, imbuh Arifin Arpan kondisi pertanian di Kabupaten Tapin saat ini dengan luas tanam 61 hektare  lebih baik dari pertanian di Kabupaten tetangga yang luas tanamnya ratusan hektare.

"Kita selalu mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat. Maka kepercayaan ini kita jaga bersama agar potensi pertanian padi kita mensejahterakan masyarakat," harapnya. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid) 

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved