Melihat Perjuangan Atlet Difabel Banua

Derita Kelainan Otak, Fauzi Lakukan Tolak Peluru Paling Jauh di ASEAN Para Games

Ahmad Fauzi salah satu atlet National Paralympic Commitee (NPC) Kalimantan Selatan dicabang atletik yang ikut menyumbang medali emas ASEAN Para Games

NPC Kalsel
Ahmad Fauzi atletik NPC Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ahmad Fauzi salah satu atlet National Paralympic Commitee (NPC) Kalimantan Selatan dicabang atletik yang ikut menyumbang medali emas ASEAN Para Games 2017 ke-9, 17-23 September 2017, di Malaysia lalu.

Ahmad Fauzi sendiri memiliki kesulitan gerak karena menderita cerebral palsy (CP) sejak lahir.

CP, yang terjadi akibat kelainan kondisi otak membuat gerakan tubuh Ahmad terganggu, tangan dan kaki sisi kanannya kaku.
Namun, justru dengan kekurangan itulah Ahmad Fauzi bisa berprestasi.

Ahmad Fauzi mendapatkan medali emas dari nomor tolak peluru F36/37 putra setelah berhasil menolak peluruh sejauh 10,57 meter.

Baca: VIRAL di Instagram, Partai Butamah Aceh Menjadi Pembicaraan Terkait Nasi Tambah, Begini Ceritanya

Baca: Maia Estianty Unggah Momen yang Barengan Mulan Jameela dan Ahmad Dhani Nikah, Al El Dul Usai Disunat

Baca: LIVE TVRI! Link Live Streaming Malaysia Open 2019, Kamis (4/4) Mulai Jam 12.00 WIB, Ada Marcus/Kevin

Selain emas, pria berusia 24 tahun asal Kalimantan Selatan ini juga menggondol medali perak dari lempar lembing F36/37 putra medali perunggu dari nomor lempar cakram F36/37 putra.

Ahmad Fauzi merupakan satu dari 196 atlet difabel Indonesia yang berjuang saat Berkompetisi dengan segala keterbatasan yang dimiliki, mereka sukses menembus batas dengan menerbangkan Indonesia ke tempat tertinggi.

Fauzi dan atlet-atlet difabel Tanah Air lainnya berhasil membuat Indonesia keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games ke-9 dengan mengumpulkan 126 medali emas, 75 perak dan 50 perunggu.

Hasil yang sangat positif mengingat tidak sampai sebulan sebelumnya, rakyat Indonesia harus menyaksikan kontingen Tanah Air tidak berdaya dalam ajang SEA Games ke-29.

Pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 19-30 Agustus 2017 itu, Indonesia hanya berada di posisi kelima di bawah tuan rumah Malaysia yang menjadi juara umum, Vietnam di posisi kedua, Thailand dan bahkan Singapura.

"Karena saya hobi olahraga sejak dari sekokah makanya memilih jadi atlet," kata Fauzi singkat.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved