Breaking News:

B Fokus

Dispora Ambil Alih Pelatprov Pra-PON Kalsel, Insentif Atlet Wasaka Terhenti Sejak Januari 2019

Meski program itu terhenti, namun atlet tetap rutin latihan. Bedanya kini mereka tanpa diawasi tim Satuan Tugas (Satgas) Wasaka.

Editor: Elpianur Achmad
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
B Fokus, Banjarmasin post edisi 4 April 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak Januari 2019, Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) Pra-PON dan PON XX Papua yang selama ini ditangani KONI lewat program Atlet Wasaka diambil alih oleh Dispora Kalsel. Sejak itu juga, program Pelatprov Kalsel pun ikut terhenti sejak 31 Desember 2019.

Meski program itu terhenti, namun atlet tetap rutin latihan. Bedanya kini mereka tanpa diawasi tim Satuan Tugas (Satgas) Wasaka. Satu petembak andalan Banua, Deny Pratama, mengaku merasa ada kejanggalan saat mengetahui pergantian kepengurusan atlet Wasaka dari KONI Kalsel ke Dispora Kalsel.

"Saya tahu itu pada awal Januari lalu," ujar anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalsel itu kepada BPost, Selasa (2/4/2019).

Sejak itu, petembak yang banyak meraih prestasi di tingkat nasional tersebut menyadari peralihan itu sekaligus akhir dari program Wasaka. Meski begitu, Deny dan rekan-rekannya di cabang menembak tetap konsisten latihan. "Ya mau tidak mau harus tetap latihan, karena kami atlet," ucap dia.

Baca: Dispora Ambil Alih Pelatprov Pra-PON, Atlet Binaraga Kalsel Terbantu Relasi Penuhi Suplemen

Baca: Pelatprov Pra-PON dan PON Diambil Alih Dispora, Petembak Kalsel Beli Peluru Pakai Uang Sendiri

Akan tetapi, lanjut dia, untuk menunjang kondisi fisik dan peralatan, harus keluar uang dari kantong pribadi. Mulai membeli peluru, biaya transportasi, vitamin dan lainnya. Itu karena insentif program Wasaka sudah tidak jalan. Deny menambahkan, untuk jadwal latihan tidak berubah, walau kini tanpa pengawasan Satgas Wasaka.

"Cuma menyesuaikan kesibukan masing-masing atlet supaya bisa terus latihan," ujarnya.

Deny menyatakan, bila memang program Wasaka resmi ditadakan, atlet menembak tetap latihan seperti biasa. Namun, imbuhnya, apabila daerah berharap lebih untuk PON XX nanti, latihan tanpa bimbingan pelatih dan pemberian suplemen, dia merasa sulit terpenuhi. Besar kemungkinan hasil yang akan ditorehkan atlet nanti tidak maksimal.

Untuk insentif Wasaka, Deny mengaku biasanya otomatis masuk ke rekening para atlet tiap tanggal 20an. Nominalnya variatif, tergantung golongan atlet yang dinilai dari KONI Kalsel pada saat itu. "Untuk atlet utama sebesar Rp 6 juta, atlet pratama Rp 5 juta dan atlet madya Rp 2,5 juta," beber dia.

Oleh sebab itu, Deny menyarankan kepada KONI Kalsel dan Dispora Kalsel agar segera berkoordinasi supaya program Wasaka tidak terbengkalai.

"Apabila sampai disetop, akan memengaruhi performa atlet yang telah dibentuk untuk tampil di PON XX. Untuk dispora, tolong segera lanjutkan program Wasaka," pinta dia.

Baca: Dispora Ambil Alih, Pelatprov Atlet Pra-PON dan PON XX Kalsel Terhenti, Mental Atlet Terancam Drop

Baca: Dispora Ambil Alih Pelatpor Pra-PON dan PON Kalsel, Welny : KONI Hanya Pemdamping dan Pengawasan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved