Berita Banjarmasin

Jembatan Alalak Ditutup, Feri Penyeberangan Banjarmasin - Batola Beroperasi Hingga Subuh

Arus lalu lintas penyeberangan di dua pelabuhan Alalak Utara yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Baritokuala, Rabu (3/4/2019) sore, ramai.

Jembatan Alalak Ditutup, Feri Penyeberangan Banjarmasin - Batola Beroperasi Hingga Subuh
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Post Edisi Kamis (4/4/2019) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Arus lalu lintas penyeberangan di dua pelabuhan Alalak Utara yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Baritokuala, Rabu (3/4/2019) sore, ramai.

Padahal biasanya, apalagi hari libur nasional, sepi. Namun kemarin sore, hilir mudik sejumlah feri di dua pelabuhan tersebut seolah tak berhenti.

Kondisi tersebut tidak lain imbas penutupan Jembatan Sungai Alalak I Kayutangi Ujung Banjarmasin sejak Senin (1/4/2019) sore. Sementara di Jembatan Alalak II, kerap terjadi antrean panjang.

Sejumlah pengendara pun memilih lewat feri. Mawar misalnya. Warga Alalak Berangas ini mengaku kembali menggunakan feri untuk pergi dan pulang kerja.

"Selain bebas hambatan, biayanya juga sebetulnya murah. Makanya saya lebih memilih pakai transportasi ini daripada lewat darat," ujar karyawati sebuah swalayan Banjarmasin tersebut.

Baca: Dispora Ambil Alih, Pelatprov Atlet Pra-PON dan PON XX Kalsel Terhenti, Mental Atlet Terancam Drop

Baca: Dispora Ambil Alih Pelatpor Pra-PON dan PON Kalsel, Welny : KONI Hanya Pemdamping dan Pengawasan

Baca: News Analysis Ketua JPOK ULM H Sarmidi : Sinergitas Pembinaan, Regenerasi Atlet Junior

Hal senada juga diungkapkan Amat, warga Alalak Utara. "Macet soalnya lewat Jembatan Alalak II,” ujar buruh bangunan yang bekerja di Banjarmasin ini.

Melonjaknya penumpang membuat motoris feri, Muhammad Uwe, tersenyum. Bahkan pada hari pertama pascapenutupan jembatan, Senin lalu, jika biasanya Uwe hanya beroperasi sampai pukul 21.00 Wita, saat itu melayani penumpang hingga subuh.

Dia dan rekan-rekan pun berkomitmen menambah jam operasional. Jika biasanya dari pukul 07.00 Wita hingga 21.00 Wita, kini lebih dari pukul 05.00 Wita hingga 01.00 Wita

"Tapi bila ada penumpang yang mau diantar lebih dari jam itu, insya Allah tetap kami layani," ujarnya.
Disinggung mengenai tarif, Uwe menyatakan tetap Rp 2.000 untuk pengendara sepeda motor dan Rp 1.000 untuk pejalan kaki.

Dari pantauan ada ada enam feri jasa di sungai itu. Namun yang terlihat sibuk dan kebanjiran penumpang hanya dua feri termasuk milik Uwe. Itu karena kedua feri tersebut berada di pelabuhan pertama dari arah Jalan HKSN atau Jalan AMD menuju Alalak Utara. (banjarmasinpost.co.id/gha)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved