Berita Batola

Pembangunan Asrama Pelajar Terganjal Status 3T, 30 Siswi Wanaraya Pilih Indekos Demi Ikut UNBK

Selama tiga tahun terakhir 30 pelajar perempuan asal Kecamatan Wanaraya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk indekos di dekat sekolah.

Pembangunan Asrama Pelajar Terganjal Status 3T, 30 Siswi Wanaraya Pilih Indekos Demi Ikut UNBK
Capture/Banjarmasin Post Edisi Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak, Kamis (4/4/2019). Halaman 9_wm 

Murjani melihat pembangunan asrama di SMAN 1 Anjir Pasar tidak mendesak, tapi cukup penting karena diharapkan akan meringankan beban orangtua siswa. Sebanyak 30 pelajar asal Kecamatan Wanaraya yang indekos di dekat SMAN 1 Anjir mengeluarkan biaya tambahan untuk sewa kamar dan biaya makan tiga kali sehati. “Kalau ada asrama di sekolah, dipastikan biaya kos tidak ada lagi,” katanya.

Lebih lanjut Murjani menjelaskan sebanyak 30 pelajar perempuan asal Kecamatan Wanayara yang indekos di dekat SMAN 1 Anjir Pasar itu berlangsung setiap tahun. Jika siswi kelas 12 sudah lulus, maka adik-adik kelas asal Kecamatan Wanaraya juga meneruskan indekos di dekat sekolah.

“Pelajar perempuan yang merasa rawan pulang pergi dari sekolah ke rumah di Kecamatan Wanaraya akhirnya memilih kos di dekat SMAN 1Anjir Pasar,’ katanya.

Menurutnya, tekad orangtua menyekolahkan anak di Wanaraya di ke SMAN 1 Anjir Pasar benar-benar kuat sehingga anak rela mengeluarkan biaya tambahan untuk kos dan makan. Nah, untuk rencana pembangunan asrama di SMAN 1 Anjir Pasar didukung oleh lahan sekolah yang luas.

Baca: Jembatan Alalak Ditutup, Feri Penyeberangan Banjarmasin - Batola Beroperasi Hingga Subuh

Baca: Dispora Ambil Alih, Pelatprov Atlet Pra-PON dan PON XX Kalsel Terhenti, Mental Atlet Terancam Drop

Baca: Dispora Ambil Alih Pelatpor Pra-PON dan PON Kalsel, Welny : KONI Hanya Pemdamping dan Pengawasan

Ditambahkannya, untuk lahan pembangunan asrama di SMAN 1 Anjir Pasar lebih dari cukup. Saat pengajuan pembangunan asrama itu lengkap dengan kamar dan ibu kosnya sesuai petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

“Iya, kita akan tetap memperjuangkan supaya SMAN 1 Anjir Pasar tetap punya asrama karena cukup penting bagi siswi Wanaraya yang ngekos di dekat SMAN 1 Anjirt Pasar,” katanya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Gusti Musriadi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, HM Yusuf Effendy saat dikonfirmasi baik via telepon dan pesan whatsapp tidak merespons hingga Rabu malam. (banjarmasinpost.co.id/ogi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved