Berita Kotabaru

Pohon Bakau di Area Bandara Gusti Sjamsir Alam Diratakan, Ini Alasan Pihak Bandara

Sekitar 14 hektar pepohonan yang masuk dalam area Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, dibersihkan pihak bandara.

Pohon Bakau di Area Bandara Gusti Sjamsir Alam Diratakan, Ini Alasan Pihak Bandara
(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)
Kasubdit Keselamatan dan Data Penetbangan Direkorat Navigasi Darat dan Udara Kemenhub saat tebang pohon di area bandara Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sekitar 14 hektar pepohonan yang masuk dalam area Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, dibersihkan pihak bandara melalui program padat karya.

Pembersihan itu dilakukan karena masuk dalam area bandara dan berada disamping runway yang ada. Keberadaan pohon dianggap sebagai rintangan dan memang tidak dibolehkan sebab tingginya sudah lumayan dan harus dibersihkan.

Kegiatan itu dihadiri langsung Saeful Bahri, yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengawasan dan Data Keselamatan Penerbangan, Direktorat Navigasi Kementrian Perhubungan, Asisten 1 Bagian Pemerintahan Kotabaru H Hasbi, Kadishub Kotabaru Rizan Fahriansyah, Kasi Pidsus Kejari Kotabaru Armein Ramadhan dan Bappeda Kotabaru.

Baca: Bupati Kotabaru Ajak Danrem 101 Antasari Naik Trail Dan Kunjungi Tempat Wisata

Baca: Perilaku Syahrini, Istri Reino Barack Eks Luna Maya Diprotes Komunitas Ini, Lucinta Luna Disebut

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 33 : Southampton vs Liverpool Live di Beinsports

Baca: Hasil Malaysia Open 2019, Marcus/Kevin Temani Jonatan Christie Amankan Tiket Perempatfinal

Menurut Saeful Bahri, kegiatan padat karya tersebut untuk sekitar pembangunan nanti dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Ini sebagai wujud pemerintah untuk pemerataan pendapatan masyarakat.

"Program padat karya ini terkait dengan pembangunan pemerintah dalam hal infrastruktur dibidang darat dan udara. Diharapakan dengan program ini, masyarakat sekitar bangunan ini dapat menaikkan atau meningkatkan perekonomiannya. Ini sebagai wujud pemberantasan kemiskinan dan pemerataan pendapatan, " katanya.

Dia mengatakan dari luasan 14 hektar ini juga memanfaatkan tenaga masyarakat. Sehingga masyarakat juga dilibatkan dalam program padat karya untuk melakukan pembersihan sebagai tenaga kerja saat program ini berjalan.

Kepala Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, Ferdinan Nurdin menambahkan, pemotongan atau pembersihan pohon bakau yang masuk dalam area bandara ini karena dianggap akan mengganggu keselamatan penerbangan. Sehingga harus diratakan atau sejajar dengan runway yang ada.

Dia menjelaskan, rata-rata pohon yang ada adalah bakau karena dekat laut. Pohon tersebut harus ditebang dan meratakannya dengan tanah, namun perlu proses.

Tahun ini, menurutnya, dilakukan pemerataan lokasi dengan menebang pohon, kemudian ditahun selanjutnya pada 2020 akan ditimbun dengan tanah agar rata dengan lintasan pesawat.

"Kegiatan itu sudah berjalan sejak 21 Februari lalu dan diperkirakan selesai pada 10 April ini. Ini masuk dalam program 100 hari kerja saya menjabat disini. Jadi kami mencegah agar pohon yang ada dikawasan tersebut agar tidak tumbuh lebih tinggi lagi, karena semakin tinggi akan semakin mengganggu, " katanya.

Baca: Jaringan Terganggu, Warga Antre di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin

Baca: Lagu Nissa Sabyan Bikin Artis Korea Jadi Mualaf, Simak Kisah Hwang Woo Joong dan Ayana Jihye Moon

Terkait rencana pengembangan dan pelebaran bandara, saat ini jajarannya sudah menyerahkan rancangan pembuatan masterplan ke Kementrian. Sebab per 1 april lalu, Gubernur Kalsel sudah memberikan rekomendasi untuk pengembangan dan master plan bandara yang berlaku selama 20 tahun kedepan.

"Kedepannya bandara ini akan lebih dikembangkan lagi karena sudah didukung pemerintah daerah dan Gubernur Kalsel. Itu melihat potensi yang ada di Kabupaten Kotabaru terkait potensi wisata dan SDAnya, " katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved