Berita Internasional

Warga Jepang Ini Bingung Diberi Libur 10 Hari, Tempat Wisata Penuh, Pilih Lakukan Hal Ini

Warga Jepang mendapat libur 10 hari, karena gabungan antara peringatan turun takhtanya Kaisar Akihito pada 3 April dan Pekan Emas Mei 2019 nanti.

Warga Jepang Ini Bingung Diberi Libur 10 Hari, Tempat Wisata Penuh, Pilih Lakukan Hal Ini
capture/Metro Banjar
Pekerja di Jepang 

BANJARMASINPOST.CO.ID - AKHIR April hingga awal Mei 2019 harusnya jadi momen membahagiakan bagi para pekerja di Jepang. Sebab, mereka mendapat jatah libur panjang.

Warga Jepang mendapat libur 10 hari, karena gabungan antara peringatan turun takhtanya Kaisar Akihito pada 3 April dan Pekan Emas Mei 2019 nanti.

Namun seperti dilansir AFP, Rabu (3/4), tidak semua masyarakat Negeri "Sakura" merasa senang dengan banyaknya hari libur yang mereka terima.

Seperti contohnya pegawai finansial bernama Seishu Sato. "Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana harus menghabiskan waktu," ungkapnya.

Sato menjelaskan, jika dia memutuskan berlibur, maka tempat-tempat wisata yang dia tuju pasti akan penuh sesak dengan pengunjung yang lain. "Jadi, mungkin saya akan tinggal di rumah orangtua saya," terangnya.

Baca: Minimarket, Toko Elektronik dan Showroom Motor di Kelumpang Hilir Ludes, Kerugian Rp 1,7 Miliar

Baca: Arman Disabet Pria Misterius Pakai Sajam Saat Mabuk di Jalan Niaga Banjarmasin

Ternyata Sato tidak sendiri jika merujuk kepada survei dari harian Asahi. Berdasarkan jajak pendapat itu, 45 persen penduduk Jepang justru tidak senang dengan libur panjang. Hanya 35 persen yang mengaku senang.

Takeru Jo, seorang pegawai restoran pizza menuturkan, hari libur yang panjang itu justru bakal membuat mereka menjadi sangat sibuk.

Sementara ada orangtua yang menumpahkan kekesalannya di media sosial, karena selama libur banyak tempat penitipan anak yang tutup.

Hideki Wakamatsu, juru bicara Nippon Trave; Agency menyatakan, masyarakat di kota besar seperti Tokyo pasti bakal menggunakan kesempatan itu untuk bepergian ke luar negeri.

"Kebanyakan paket liburan yang kami tawarkan sudah terjual habis sejak tahun lalu. Masih banyak yang berada di daftar tunggu," paparnya.

Baca: 4,5 Jam 3 Karyawan Kafe di Jalan Sutoys S, Kesurupan karena Ada yang Menantang Jin

Baca: Hasil Malaysia Open 2019, Ahsan/Henda Melaju ke Perempatfinal, Kalahkan Wakil Malaysia

Kaisar Akihito bakal menjadi kaisar pertama yang turun takhta di Jepang sejak 200 tahun terakhir. Memberi jalan bagi putranya, Naruhito, untuk berkuasa pada 1 Mei 2019 nanti.

Pemerintah Jepang, Senin (1/4), mengumumkan era baru Putra Mahkota Naruhito ketika dia bertakhta. Yakni Reiwa yang berarti zaman penuh harmoni.

Reiwa tersebut bakal menggantikan zaman Heisei yang dipegang Akihito ketika dia naik takhta pada Januari 1989, atau tepat 30 tahun silam. (Kompas.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved