XL Axiata Kenalkan Aplikasi Laut Nusantara ke Nelayan Banyuwangi, Dorong Produktivitas Tangkapan

XL Axiata Kenalkan Aplikasi Laut Nusantara Ke Nelayan Banyuwangi, Dorong Produktivitas Hasil Tangkapan

XL Axiata Kenalkan Aplikasi Laut Nusantara ke Nelayan Banyuwangi, Dorong Produktivitas Tangkapan
XL Axiata
Direktur Finance XL Axiata, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin ( kanan ) menyerahkan perangkat HP berisi aplikasi Laut Nusantara kepada perwakilan nelayan di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi Kota, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (4/4). Lebih dari 100 nelayan Banyuwangi mengikuti program sosialisasi Laut Nusantara pekan ini untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan mereka dalam bekerja. Sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara sekaligus merupakan bagian daru upaya XL Axiata membantu pemerintah menyiapkan masyarakat di semua lapisan ekonomi dengan berbagai profesi memasuki era digital. 

Saat ini sudah ada 11 daerah dan 1.300 nelayan yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara.

Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

Hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sekira 15 ribu nelayan memanfaatkannya.

Program sosialisasi akan terus dilakukan di sepanjang tahun 2019 ini. Selain mendatangi langsung setiap lokasi sentra nelayan, XL Axiata juga memanfaatkan media sosial YouTube untuk membagikan cara penggunaan aplikasi Laut Nusantara melalui video tutorial.

Dengan demikian, masyarakat nelayan di mana pun bisa secara mandiri mengakses aplikasi ini tanpa perlu menunggu sosialisasi tatap muka.

Perbaikan perahu nelayan

XL Axiata juga membantu perbaikan atau renovasi perahu-perahu nelayan yang sudah lama beroperasi. Ada sejumlah perahu yang direnovasi, yang diharapkan akan bisa kembali maksimal untuk dipergunakan melaut. Perahu-perahu tersebut memerlukan perbaikan terutama pada badan dan layer.

Termasuk dalam perbaikan ini berupa pengecatan badan perahu dengan warna-warni khas perahu Banyuwangi.

Desa Mandar, tempat dilaksanakannya program sosial ini merupakan desa dengan mayoritas warga bermatapencaharian sebagai nelayan.

Total ada sekitar 600 keluarga nelayan yang bermukim di desa ini. Kebanyakan dari mereka merupakan nelayan yang mengandalkan perahu jukung berukuran kecil dan jaringan yang juga terbatas untuk menangkap hasil laut. (*)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved