Berita Kabupaten Banjar

Dukcapil Banjar Sisir Lapas, ini yang Mereka Lakukan

Sejak Kamis (04/04/2019) hingga hari ini, Jumat (05/04/2019), petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banjar, Kalimantan

Dukcapil Banjar Sisir Lapas, ini yang Mereka Lakukan
AZWAR UNTUK BPOST GROUP
Warga binaan pemasyarakatan di Lapas Perempuan Martapua antusias menjalani perekaman KTP-El, Jumat (05/04/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak Kamis (04/04/2019) hingga hari ini, Jumat (05/04/2019), petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), blusukan ke lembaga pemasyarakatan (lapas).

Bahkan kegiatan tersebut masih akan berlanjut setidaknya hingga Sabtu (06/04/2029) besok.

"Kalau hari ini clear di Lapas Perempuan dan berlanjut ke Lapas Anak, besok bisa ke Lapas Narkotika," ucap Kepala Dinas Dukcapil Banjar, Azwar.

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini mengatakan kegiatan di lapas tersebut merupakan bagian dari upaya jemput bola pelayanan administrasi kependudukan, terutama mengenai Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El).

"Hasil kegiatan Kamis kemarin di Lapas Perempuan Martapura, total WBP (warga binaas pemasyarakatan) yang didata untuk rekam KTP-El sebanyak 417 orang," beber Azwar.

Baca: Keunggulan Syahrini Ketimbang Luna Maya Bikin Reino Barack Pilih Incess Diungkap Sahabat & Sosok Ini

Baca: Pengakuan Eko Hendro Prayitno, Suami Singkat Bella Luna yang Beli Buku Nikah di Pasar Senen

Baca: Reaksi Gisella Anastasia dan Wijaya Saputra Saat Augie Sebut Nama Agnez Mo

Baca: Alasan Vanessa Angel Tolak Kencani Menteri Meski Tarif Rp 60 Juta, Kasus Prostitusi Artis Terungkap

Sebagian besar WBP setempat sesuai hasil pendataan adalah warga dari luar Kabupaten Banjar. Hanya 22 orang yang ber-KTP Banjar.

Terungkap pula sebanyak 50 WPB yang sama sekali belum pernah melakukan rekam KTP-El.

Dari jumlah 417 WBP di Lapas Perempuan MArtapura, sebut Azwar, pada kegiatan Kamis tersebut sebanyak 235 WBP yang telah direkam.
Selebihnya, 182 orang, perekamannya diupayakan dituntaskan pada Jumat.

Dikatakannya, kelancaran perekaman sangat tergantung pada jaringan internet.

"Pada Kamis kemarin terjadi gangguan internet sehingga perekaman baru bisa dimulai pukul 17.00 Wita. Karena itu perekamannya berlangsung hingga malam," tandasnya.

Halaman
1234
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved