Pilpres 2019

Soeharto Mundur pada Mei 1998, Prabowo Akui Turut Menyarankan Mertuanya Lepaskan Jabatan

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui bahwa ia salah satu orang yang menyarankan Soeharto untuk mundur.

Soeharto Mundur pada Mei 1998, Prabowo Akui Turut Menyarankan Mertuanya Lepaskan Jabatan
(AP PHOTO/CHARLES DHARAPAK)
Presiden Soeharto pada saat mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Merdeka, Jakarta, pada tanggal 21 Mei 1998. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setelah 32 tahun lamanya berkuasa, Presiden Soeharto dengan legowo menyatakan mundur dari jabatannya.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui bahwa ia salah satu orang yang menyarankan Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998 lalu.

Hal itu bukan karena ia tidak loyal melainkan saking cintanya pada Soeharto.

 

"Waktu itu saya ikut menyarankan agar presiden soeharto mengundurkan diri. Bukan saya engga loyal pada pak Harto justru saya loyal dan cinta sama pak Harto," ujar Prabowo dalam sambutannya acara deklarasi dukung Gerakan elaborasi rektor, akademisi dan aktivis Kampus Indonesia (Geraaak) di Balai, Kartini, Jakarta, Jumat, (5/4/2019).

Baca: Petir Sambar 10 Petani Saat Panen di Mendoyo, Dua Dikabarkan Meninggal Dunia

Baca: Rencana Ifan Seventeen Menikah Lagi Sepeninggal Dylan Sahara Sudah Ada? Begini Jawabannya

Baca: Prajurit Kopassus 5 Hari Bertahan Diantara Mayat Rekan, Misi Kuasai Kota Dili

Baca: Live Streaming Indosiar! Jadwal Madura United vs Persebaya, Lawan Arema FC Final Piala Presiden 2019

 Prabowo mengatakan bahwa ia saat itu mendukung gerakan reformasi. dukungan tersebut dilakukan karena ia sadar bangsa Indonesia saat itu dikelola secara salah oleh para elite.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa simpatisan saat kampanye terbuka di Lapangan GOR Wisanggeni, Tegal, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019). Kampanye tersebut dihadiri ribuan pendukung serta simpatisan dari berbagai parpol pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa simpatisan saat kampanye terbuka di Lapangan GOR Wisanggeni, Tegal, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019). Kampanye tersebut dihadiri ribuan pendukung serta simpatisan dari berbagai parpol pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama. (KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Pengelolaan yang salah itu yakni larinya kekayaan Indonesia ke luar negeri.

"Inti penyakit bangsa Indoneaia adalah bahwa kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia, dan ini sudah terjadi puluhan tahun dan ini harus kita akui sebagai kegagalan elite Indonesia. Ini bagian dari kegagalan saya karena saya dulu elite, elite tentara dan saya berusaha memperbaiki elite dari dalam makanya kami dukung gerakan reformasi," katanya.

Prabowo mengaku saat itu mendukung reformasi meskipun penguasa rezimnya adalah mertunya sendiri.

Baca: Arema FC ke Final! Hasil Akhir Kalteng Putra vs Arema FC di Piala Presiden 2019, Skor 0-3 (0-6)

Baca: Ada Soup Janda di Rodhita Hotel

Saat itu ia harus harus mengambil keputusan apakah membela keluarga atau membela bangsa Indonesia.

"Pada saatnya saya harus ambil keputusan apakah membela keluarga atau membela suatu kesetiaan yang lebih tinggi dari sekedar kekeluargaan yaitu setia pada bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prabowo Akui Ikut Menyarankan Soeharto Mundur pada Mei 1998

(Penulis: Taufik Ismail)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved