Pemilu 2019

Mahasiswi Berwajah Manis Ini Sebut Money Politik di Pemilu 2019 Mengakar Budaya dan Susah Hilang

Sejumlah metode kampanye dilakukan oleh para caleg peserta Pemilu 2019. Begitupun dengan Capres 2019 dan Cawapres 2019.

Mahasiswi Berwajah Manis Ini Sebut Money Politik di Pemilu 2019 Mengakar Budaya dan Susah Hilang
Novi Humaira Hanifiah
Mahasiswa Universitas Islam Malang, Novi Humaira Hanifiah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah metode kampanye dilakukan oleh para caleg peserta Pemilu 2019. Begitupun dengan Capres 2019 dan Cawapres 2019.

Bahkan tiap tim kemenangan atau partai koalisi mempunyai teknik masing-masing untuk memperkenalkan diri dan partai mereka.

Belakangan ini, semenjak kampanye terbuka telah digelar, beberapa lokasi menjadi ramai. Bahkan mungkin hampir setiap hari ada saja kumpulan orang yang mendukung caleg atau capres dan cawapres pilihan.

Masa kampanye, nampaknya dimanfaatkan maksimal bagi peserta Pemilu untuk memperkenalkan diri. Adanya pengawasan dari Bawaslu dan peraturan KPU, membuat kampanye terbatas.

Baca: H Abidin Belum Tentukan Siapa yang Diusung Sebagai Pasangan A Chairansyah untuk Memimpin HST

Baca: Ibu Muda Cantik Asal Banjarmasin Ini Melaju ke Top 12 Masterchef Indonesia 2019

Baca: DPO Pencuri Rumah Kosong Berhasil Diamankan Petugas Polres Banjarbaru di Lokasi Ini

Namun cara atau sistem saat ini disampaikan oleh Mahasiswa Universitas Islam Malang, Novi Humaira Hanifiah lumayan efektif.

Pasalnya, sistem yang digunakan memang mengikut sertakan masyarakat. Karena pemilih memang masyarakat.

Cara pengenalan diri para caleg pun sebutnya cukup menjanjikan. Apalagi visi dan misi yang disampaikan juga bisa diserap dan diterima masyarakat.

Meski dari semua pemaparan yang diberikan, belum tentu pilihan ditujukan.

Sementara itu, mengenai money politik, hal itu menurut pandangan perempuan kelahiran tahun 1996 ini bakal tetap masih ada. Tak dipungkiri, menurutnya, sistem kampanye uang telah mengakar budaya. Sehingga lumayan susah hilang.

"Mungkin cara lainnya mereka (Caleg) harus lebih tunjolkan prestasi. Karena itu lebih baik dari janji," jelasnya.

Novi juga menyarankan agar masyarakat mulai menentukan siapa pilihan mereka. Walaupun ketika di bilik suara nantinya, bisa saja pilihan tersebut berubah.

"Pilih Caleg yang dikenal. Selain itu punya track record yang mumpuni. Jangan hanya modal uang tapi bisa terpilih," sarannya.

Ucapnya, pemimpin yang bakal menjalankan negara untuk lima tahun ke depan tak terbayar jika hanya menang karena uang. Negara menurut Novi lebih mahal daripada isi amplop yang diberikan saat kampanye.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved