Kalsel Darurat Narkoba

Kalsel Darurat Narkoba, Polisi Kesulitan Menangkap Bandar Dikarenakan Sistem Transaksi Seperti ini

Direktur Narkoba Direktur Narkoba Polda Kalsel Kombes Wisnu Widarto, Jumat (5/4) siang, mengungkapkan Kalsel termasuk daerah pasar dan daerah transit

Kalsel Darurat Narkoba, Polisi Kesulitan Menangkap Bandar Dikarenakan Sistem Transaksi Seperti ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktur Narkoba Direktur Narkoba Polda Kalsel Kombes Wisnu Widarto, Jumat (5/4) siang, mengungkapkan Kalsel termasuk daerah pasar dan daerah transit narkoba.

"Terutama Banjarmasin, kotanya untuk transit ke kabupaten-kabupaten dan provinsi tetangga, konsumennya cukup besar," tuturnya.

Selain itu adanya pangsa besar, dan juga telah merambah kalangan bawah, ini dilihat dari adanya paket-paket kecil yang ditemukan petugas saat penangkapan.

Menurutnya penjual paket kecil ini adalah termasuk pengedar barang terlarang dan mereka melakoni (mengedarkan, Red) sabu karena mau instan dapat uang.

Baca: Hari Kartini 2019: Inilah Ucapan Selamat Hari Kartini Bahasa Inggris Cocok untuk Update Status

Baca: Hukuman Penjara Bertahun-tahun Tak Pernah Membuat Pengedar Takut, Benarkah Dipicu Masalah Ekonomi

Baca: Penampakan Bodyguard Syahrini dan Reino Barack Tertangkap Kamera, Mantan Luna Maya Disorot

Baca: Ditinggal Reino Barack Nikahi Syahrini, Luna Maya Susul Pria ini ke Thailand, Faisal Nasimuddin?

Wisnu pun tak menampik disebut saat ini masih darurat narkoba dan ini terlihat dari banyaknya pelaku yang ditahan di lapas karena kasus narkoba dan dipenuhi napi narkoba.

Menangkap besar, dan kesulitan menangkap bandar? Menurutnya hal ini karena jaringan terputus.

Malah dari beberapa pengedar dan kurir besar yang pihaknya tangkap mereka tak mengetahui dengan siapa bertransaksi itu.

"Malah mereka tak tau siapa orangnya, kadang berhubungan dengan telepon namun teleponnya privat number dan kadang-kadang WA, BBM, ditaruh barang di situ dan diambil, sehingga kita mau ke atasnya terputus," jelasnya.

Untuk sabu dan ineks yang masuk ke Kalsel kebanyakan barang dari Malaysia dengan jalur Kalimantan Utara-Kalimantan Timur terus ke Kalsel.

Terdeteksi juga pengiriman dari jalur Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah.

“Bisa dari Sumatera lewat udara ke sini (Kalsel,Red),” tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved