Longsor di Pumpung Cempaka

Lagi, 2 Korban Longsor di Pumpung Cempaka Ditemukan, Tim SAR dan Warga Masih Cari Satu Pendulang

Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di pendulangan intan Pumpung, Cempaka, Banjarbaru, terus dilakukan warga dan Tim SAR, Senin malam.

Lagi, 2 Korban Longsor di Pumpung Cempaka Ditemukan, Tim SAR dan Warga Masih Cari Satu Pendulang
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Anggota TIM SAR, BPBD, Basarnas dan warga melakukan pencarian korban tertimbun longsor di Pumpung Cempaka, Senin (8/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di pendulangan intan Pumpung, Cempaka, Banjarbaru, terus dilakukan warga dan Tim SAR, Senin (8/4/2019) malam.

Upaya pencarian dengan menggali tanah menggunakan alat manual membuahkan hasil. Tim tim menemukan satu korban atas nama Juman pada sekitar pukul 21.40. Wita.

Tak berselang lama, sekitar pukul 21.50 Wita kembali tim menemukan korban atas nama Oval.

Sementara korban yang blm ditemukan atas nama Toni. Saat ini korban masih dalam tahap pencarian di sekitar lokasi longsor.

Pasca musibah longsor di Jalan Trisakti Lokasi Pendulangan Tradisional Pumpung Rt. 31 Rw.10 Kelurahan Sungai Tiung Kecamtan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/4) malam warga terpantau masih ramai.

Baca: BREAKING NEWS : Longsor di Pumpung Cempaka Banjarbaru, 5 Orang Dilaporkan Tertimbun

Baca: Longsor di Pumpung Cempaka, Wakil Wali Kota Banjarbaru: Tambang Intan Bisa Pakai Sistem Lama 

Baca: Pencarian Korban Longsor Pendulangan Hingga Malam,  Kapolres Bersama Warga Gelar Doa Bersama

Tim penyelamat gabungan masih stanby di lokasi longsor guna mencari korban.

"Ya kurang satu lagi jenazah yang belum ditemukan. Ini rekanan masih di lokasi masih melakukan pencarian, " kata humas Basarnas Banjarmasin, Iman Saputra.

Menanggapi masih terjadinya longsor dan warga banyak jadi korban di lokasi pendulangan intan tradisional Pumpung Cempaka, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya pihaknya mengatakan akan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar, salah satunya dengan sistem menambang intan dengan cara yang lama.

"Kita akan lakukan pembinaan dengan sistem menambang yang dilakukan orang tua kita dulu. Masukan dari Ketua LPM dulu sistemnya menggunakan Jerajang. Kalau sistem itu selama 25 tahun hanya satu saja korban meninggal. Jadi menambangnya bisa turun kebawah, dan membuat lorong ke kiri dan kanan. Itu safetynya lebih baik dan bisa dikembangkan kekegiatan wisata di bidang pertambangan. Tapi kepastian nanti menunggu pak Wali Kota kita akan laporkan dulu," katanya.

Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di Pumpung Cempaka Banjabaru, yang berlangsung hingga Senin (8/4/2019) malam.
Proses pencarian korban tertimbun tanah longsor di Pumpung Cempaka Banjabaru, yang berlangsung hingga Senin (8/4/2019) malam. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Diakuinya, telah mendapat laporan dari masyarakat bahwa di lokasi pendulan intan tradisional tersebut sangat rawan. Bahkan hingga satu dua tahun belakangan telah terjadi 50 kali longsor.

Baca: Tiga Korban Diduga Masih Tertimbun Longsor di Pumpung Cempaka, Pencarian Terkendala Lumpur

Baca: Pencarian Korban Longsor di Pumpung Perlu Waktu, Posisi Korban Diduga di Kedalaman 12 meter

Baca: Lokasi Longsor di Pumpung Cempaka Berlumpur, Kepala Basarnas Sebut Termal Detektor Tak efektif,

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved