Kalsel Darurat Narkoba

Pengakuan Mantan Pengedar yang Pernah Tergiur Keuntungan Bisnis Sabu

Seorang mantan pengedar, Joko --bukan nama sebenarnya–, menuturkan keterlibatannya dalam hal peredaran sabu berawal dari perkenalannya

Pengakuan Mantan Pengedar yang Pernah Tergiur Keuntungan Bisnis Sabu
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang mantan pengedar, Joko --bukan nama sebenarnya–, menuturkan keterlibatannya dalam hal peredaran sabu berawal dari perkenalannya dengan seseorang yang selalu minta diantarkan olehnya ke beberapa tempat.

Ia pun menyanggupi dan diberi upah yang ia rasa cukup besar dan setelah beberapa waktu ia baru mengetahui bahwa orang yang ia antar itu biasa mengirim (mengantar, Red) sabu ke orang.

Tergiur pendapatan besar kemudian ia pun ikut menjadi kurir dan mengantar barang ke beberapa tempat atas suruhan rekannya yang mengedar.

Lama kelamaan dan merasa dapat untung ia pun 'beralih' menjadi mengedar.

Baca: Hari Kartini 2019: Inilah Ucapan Selamat Hari Kartini Bahasa Inggris Cocok untuk Update Status

Baca: Penampakan Bodyguard Syahrini dan Reino Barack Tertangkap Kamera, Mantan Luna Maya Disorot

Baca: Ditinggal Reino Barack Nikahi Syahrini, Luna Maya Susul Pria ini ke Thailand, Faisal Nasimuddin?

Baca: Maia Estianty Kembali Disebut Hamil, Wajah Istri Irwan Mussry dan Eks Ahmad Dhani Ini Jadi Pemicunya

"Habis itu ya mengedar, beli 5 gram sabu seharga sekitar Rp 6 jutaan, kemudian dibagi-bagi jadi paketan 1/2 gram dan kecil-kecil. Ei laku totalnya sekitar Rp 12 juta, untungnya sekitar 100 persen. Dapat ya sekitar Rp 6 jutaan," ucapnya.

Namun risiko ditangkap petugas akhirnya ia alami dan sempat mendekam di sel selama 5 tahun.

Habis keluar penjara ia sempat melakoni bisnis haram tersebut karena tergiur keuntungan.

"Tapi sekarang kada wani lah (tidak berani, Red). Serasa ada yang mengintai terus. Mending berhenti tapi hati rasa tenang. Sekarang berjualan makanan kecil-kecilan bersama sang istri,” ujarnya saat ditemui akhir pekan lalu.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved