Kalsel Darurat Narkoba

Simpan Sabu di Dashboard Mobil hingga Semak-semak, jadi Modus Pengiriman Para Pengedar Narkoba

Terpisah, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Nixon Manurung melalui Kabid Pemberantasan AKBP Edy Saprianadi bahwa untuk di Kalsel termasuk daerah konsumen

Simpan Sabu di Dashboard Mobil hingga Semak-semak, jadi Modus Pengiriman Para Pengedar Narkoba
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terpisah, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Nixon Manurung melalui Kabid Pemberantasan AKBP Edy Saprianadi bahwa untuk di Kalsel termasuk daerah konsumen sehingga obat terlarang banyak masuk ke Banua.

“Jadi perkembangannya tergantung konsumen, kala konsumennya besar banyak barang terlarang datang," paparnya.

Edy pun tak menampik adanya sebutan darurat narkoba.

Dan ini pun dilihat sampai Presiden bikin Inpres 06 ditujukan semua instansi untuk melaksanakan kegiatan Pemcegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Diakuinya narkoba adalah kejahatan yang terorganisir dimana mereka sangat rapi dan yang menjalankan biasanya kurir, namun kurir tak mengetahui jaringan diatasnya sehingga kerap terputus dan kadang barang disebutkan dari lapas.

Baca: Ketakutan Gading Marten Soal Gempita Mulai Terjadi Saat Gisella Anastasia & Wijaya Saputra Dekat?

Baca: Hukuman Penjara Bertahun-tahun Tak Pernah Membuat Pengedar Takut, Benarkah Dipicu Masalah Ekonomi

Baca: Ditinggal Reino Barack Nikahi Syahrini, Luna Maya Susul Pria ini ke Thailand, Faisal Nasimuddin?

Baca: Syahrini dan Reino Barack Dikelilingi Pria Berbadan Kekar, Ekspresi Mantan Luna Maya Disorot

“Mereka tunggu perintah. Kayak Ogah kemarin yang menunggu ada mengambil dan menyuruh antar, makanya jaringannya terputus," jelasnya.

Untuk bandar dan pengedar dan kurir, biasanya tak saling kenal langsung namun berhubungan dengan telepon, kadang WA dan lainnya.
Sehingga sering terputus untuk melakukan pengembangan.

Menurutnya dari para tersangka yang pihaknya tangkap ada berbagai macam modus pengiriman.

Seperti memasukkan sabu ke dashboard mobil untuk pengiriman jalur darat.

Kemudian menaruh sabu di semak-semak dan seseorang mengambil dan membawanya.

Kemudian pelaku membawa dengan transportasi umum dari Kaltara-Kalbar-Kalsel.

Ada juga membawa sabu dari Jabar-Jateng-Kalsel lewat kapal laut.

Selanjutnya membawa narkoba dalam sepatu dari Aceh-Medan-Jakarta-Kalsel lewat udara.

Sementara itu sumber BPost lain mengungkapkan kesulitan petugas untuk menangkap para bandar besar karena mereka tak berdomisili di wilayah peredarannya (Banjarmasin, Red) dan dikendalikan dari jauh.

"Para kurir anak buah merupakan jaringan dari bandar besar itu hanya menunggu perintah dari bandar untuk mengambil, menyimpan, dan mengantar atas perintah bosnya," tutur sumber BPost.

Para kurir terpercaya ini bisa memegang barang-barang dari bandar dan hitung-hitungan keuntungannya mereka peroleh setelah barang terlarang habis.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved