Longsor di Pumpung Cempaka

Tiga Korban Diduga Masih Tertimbun Longsor di Pumpung Cempaka, Pencarian Terkendala Lumpur

Kepala Basarnas Banjarmasin, Mujiono juga mengatakan disiapkan seperti tenda posko, emergency lighting dan communication Mobile.

Tiga Korban Diduga Masih Tertimbun Longsor di Pumpung Cempaka, Pencarian Terkendala Lumpur
Banjarmasinpost.co.id/Nia Kurniawan
Pencarian korban longsor di kawasan pendulangan intan tradisional Pumpun Cempaka, Banjarbaru, Senin (8/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tim SAR dan warga terus melakukan pencarian korban longsor di lokasi pendulangan intan Pumpung, Cempaka Banjarbaru, hingga Senin (8/4/2019) sore.

Sekitar pukul 16.15 WITA satu orang korban longsor ditemukan, bernama Dumat, lelaki berumur 35 tahun ini warga Desa Sungai Tiung. Jenazah korban dievakuasi ke rumah duka, 

Kepala Basarnas Banjarmasin, Mujiono juga mengatakan disiapkan seperti tenda posko, emergency lighting dan communication Mobile.

Pasca penemuan Dumat, menyusul sekitar pukul 17.47 WITA ditemukan lagi satu korban yang tertimbun. " Alat Exsa sudah diterjunkan, Alhamdulillah 1 korban sudah ditemukan lagi dan tahap evakuasi. Sisa tiga korban lagi," ucap Zaini dari rekanan Banjarbaru rescue.

Baca: BREAKING NEWS : Longsor di Pumpung Cempaka Banjarbaru, 5 Orang Dilaporkan Tertimbun

Baca: Pencarian Korban Longsor di Pumpung Perlu Waktu, Posisi Korban Diduga di Kedalaman 12 meter

Baca: Dua Pendulang Ini Selamat Dari Musibah Longsor di Pendulangan Pumpung, Begini Ceritanya

Baca: Lokasi Longsor di Pumpung Cempaka Berlumpur, Kepala Basarnas Sebut Termal Detektor Tak efektif,

Musibah longsor di Jalan Trisakti Lokasi Pendulangan Tradisional Pumpung Rt. 31 Rw.10 Kelurahan Sungai Tiung Kecamtan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/4). Lima orang terimbun longsor.

Pantuan di lokasi, teriakan "parang parang" terdengar di lokasi di Jalan Trisakti Lokasi Pendulangan Tradisional Pumpung Rt. 31 Rw.10 Kelurahan Sungai Tiung Kecamtan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/4/2019).

Kepala BPBD, Sudiannor, Senin (8/4/2019) menjaskan bahwa proses evakuasi memang perlu waktu dan tenaga mengingat areal yang dilubangi untuk mendulang itu sedalam 12 sampai 13 meter.

"Ya berdasar keterangan warga sekitar memang cukup dalam. Sementara tanah labil. Warga melalui Aparatur daerah setempat sudah sering mengimbau agar waspada ketika mauendulang intan," kata dia.

Karena longsor jadi kelihatan dangkal.  Dari pantauan, hingga pukul 18.00 Wita baru satu yang bisa dievakuasi.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved