Museum Wasaka
Menengok Museum Wasaka,Tempel Picis Mimang di Pusar
Salah satu perlengkapan pertahanan diri para pejuang di Kalsel adalah picis mimang. Benda ini juga tersimpan di museum Wasaka Banjarmasin.
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Begitu banyak benda magis yang digunakan pejuang untuk melawan penjajah. Hal ini tentunya untuk menyaingi persenjataan modern yang canggih d zaman itu.
Salah satu perlengkapan pertahanan diri para pejuang di Kalsel adalah picis mimang. Benda ini juga tersimpan di museum Wasaka Banjarmasin.
Picis mimang berupa benda bulat seukuran koin berbahan logam. Benda ini umumnya berlubang di tengah.
M Khairuddin alias Bang Muhammad, praktisi suprantural di Banjarmasin, mengatakan, picis mimang ada yamg satuan dan adapula yang sepasang.
Baca: Doa dan Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban 2019/1440 H
Baca: Amat Ditangkap di Gang Jembatan, Ketahuan Simpan Tujuh Paket Sabu
Baca: Pendapat Ustadz Abdul Somad Soal Serangan Fajar Jelang Pemilu 2019 dan Pilpres 2019
"Kalau sepasang biasanya dikat dengan benang hitam dan bulu kijang putih," jelasnya.
Fungsi picis mimang adalah untuk ketahanan diri senjata api dan senjata tajam.
"Penggunannya ditempel di pusar dan diikat. Itu merupakan sebagai simbol kehidupan," paparnya.
Selain itu adalagi peluru pitunang, benda ini berupa bola kecil hitam, mirip dengan peluru senjata api tempo dulu.
"Biasanya disimpan di kantong baju atau batsal dan diikat di badan," terangnya.
Peluru berbahan logam besi campur timah ini dirajah dengan tulisan tertentu. Ada juga yang menyebut benda ini sebagai buntat besi.
Fungsi peluru ini juga untuk ketahanan diri. Menahan serangan senjata tajam dan senjata api.
Konon pula jika peluru ini digunakan untuk menembak, maka arah senjata meski bertolak belakang dengan sasaran akan tetap bisa mengenai sasaran.
Baca: Aroma Dendam di Pernikahan Syahrini & Reino Barack Diungkap, Sosok Ini Sebut Luna Maya yang Hancur
Baca: Salah Tulis di SK Para Guru Honorer di Kabupaten Banjar Berdampak Pada Nasib Mereka
Mirip dengan kerja peluru kendali yang bisa diseting untuk menuju target meski saat diluncurkan tidak pas arahnya.
Masih adalagi perlengkapan dan peralatan magis yang ada di Museum Wasaka dan menjadi benda peninggalan para pejuang.
Apa saja itu? Simak tulisan berikutnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/koleksi-museum-wasaka-banjarmasin.jpg)