Longsor di Pumpung

Sering Longsor dan Menelan Korban Jiwa, ini Julukan Para Pendulang untuk Kawasan Pumpung

Bahkan pendulang mempunyai nama sendiri untuk menyebut kawasan Pumpung tersebut yakni Kolong Mayat.

Sering Longsor dan Menelan Korban Jiwa, ini Julukan Para Pendulang untuk Kawasan Pumpung
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (9/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tempat pendulangan itu memang rawan longsor terutama saat hujan.

Bahkan lokasi kerap terendam.

Perlu waktu lama untuk menyedot air dari lubang pendulangan.

"Bila hujan deras, air tidak hanya mengisi lubang-lubang tetapi membuat rentan kondisi tanah," ucap Syahrudin, warga Sungaitiung

Tanah longsor pun kerap menimbulkan korban jiwa.

Baca: Cuaca Pagi Terik, Pendulang Turun ke Lokasi, Tiba-tiba Hujan Deras, Terjadilah Tragedi itu

Baca: Perasaan Aneh Reino Barack Nikahi Syahrini Setelah Pisah dari Luna Maya, Berawal Jumpa Mama Cetar

Baca: Ivan Gunawan Melamar Ayu Ting Ting Setelah Umrah Diungkap Ibunda Igun, Ngaku Siap 500 Persen!

Baca: Jelang Subuh, Korban Terakhir Longsor Pendulangan Pumpung Ditemukan, Warga Langsung Takbir

Bahkan pendulang mempunyai nama sendiri untuk menyebut kawasan Pumpung tersebut yakni Kolong Mayat.

Selain hujan, tingginya permukaan air sungai yang disebabkan hujan deras tak jarang menjebol tanggul di kawasan pendulangan.

Tanggul sebelumnya memiliki panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter dan tinggi 5 meter.

Bila jebol, bisa menenggelamkan belasan mesin sedot dan semprot.
Bila tanggul jebol, menurut warga, air akan disedot lagi hingga surut.

Ini bisa memakan waktu satu bulan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved