Longsor di Pumpung

Ungkapan Perasaan Wali Kota Banjarbaru Atas Musibah yang Menewaskan Beberapa Warganya

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersedih begitu mendengar kembali terjadinya tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa di lokasi pendulangan

Ungkapan Perasaan Wali Kota Banjarbaru Atas Musibah yang Menewaskan Beberapa Warganya
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (9/4/2019) 

BANJARMASINPOS.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersedih begitu mendengar kembali terjadinya tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa di lokasi pendulangan intan tradisional Pumpung RT 31 RW 10 Kelurahan Sungaitiung Kecamatan Cempaka, Senin (8/4) sekitar pukul 13.30.

Saat dihubungi, Nadjmi mengaku berada di luar daerah.

"Kami sangat bersedih dan turut berduka cita. Saya masih di luar daerah," ucap Nadjmi.

Meski demikian, dia langsung berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Darmawan Jaya.

"Pak Wakil menuju lokasi," ucap Nadjmi.

Baca: Sering Longsor dan Menelan Korban Jiwa, ini Julukan Para Pendulang untuk Kawasan Pumpung

Baca: Pisah dari Luna Maya, Reino Barack Awalnya Mengaku Aneh Dekat Dengan Syahrini  

Baca: Jelang Subuh, Korban Terakhir Longsor Pendulangan Pumpung Ditemukan, Warga Langsung Takbir

Baca: Ivan Gunawan Melamar Ayu Ting Ting Setelah Umrah Diungkap Ibunda Igun, Ngaku Siap 500 Persen!

Mengenai sering terjadinya musibah maut ini, Nadjmi mengatakan lokasi pendulangan ini perlu ditutup.

"Akan secepatnya dilakukan upaya pengalihan pekerjaan warga ke sektor lainnya yang lebih aman dan tidak berisiko tinggi. Lokasi yang digarap sudah sangat rawan karena tanahnya mudah bergerak dan longsor," katanya.

Biasanya saat musim hujan, penambang istirahat mencari intan.

Mereka alih pekerjaan yakni menjadi kuli dan penyedot pasir atau mengumpulkan batu untuk dijual.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved